Kebiasaan Merokok Picu Kanker Kepala Leher

Kebiasaan Merokok Picu Kanker Kepala Leher

Sehatmagz – Merokok dan mengonsumsi alkohol merupakan suatu kebiasaan buruk. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), perokok berpotensi terkena kanker kepala leher sebanyak 30 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang sudah memiliki faktor risiko kanker.

Penampakan kanker kepala leher yang diakibatkan oleh merokok, menurut Dr dr Sonar Panigoro SpB (K) Onk M-Epid, mungkin sedikit lebih menyeramkan jika dibanding penyakit kanker lain. Sebab, titik kanker yang muncul biasanya berada di wilayah luar dan mudah terlihat, seperti di wajah atau leher.

Dia mengatakan, risiko tinggi tersebut berasal dari zat nikotin yang berbahaya dalam rokok. “Nikotin dapat memperparah timbulnya sel kanker, terlebih jika pasien datang sudah dalam keadaan stadium lanjut dan sel kankernya sudah menyebar. Maka kemungkinan operasi menjadi sangat sulit,” tuturnya.

Sekalipun dioperasi, tambah dia, mungkin akan sulit untuk membuat pasien hidup produktif kembali. Sebab, biasanya kanker kepala leher ini menyebabkan bekas luka di area leher, pita suara, bahkan wajah menjadi cacat dan bolong. “Itu terjadi kalau keganasan kankernya sudah menyebar.”

Para dokter memprediksi, tingkat keberhasilan operasi dan kesempatan hidup pasien dengan stadium lanjut mungkin hanya sekitar 2 persen. Apalagi jika penyebab dari kanker ini diketahui merupakan akibat gaya hidup tidak baik seperti merokok.

Padahal, kanker kepala leher, menurutnya, dapat dicegah dengan dengan dua metode pencegahan, yakni primer dan sekunder. Pencegahan primer dilakukan dengan cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, serta selalu kelola stres (CERDIK). Penerapan gaya hidup sehat juga perlu dilakukan. Sementara, pencegahan sekunder, sambung Sonar, dilakukan dengan deteksi dini.

“Pencegahan primer ini mencakup kebiasaan merokok, apalagi kini kebanyakan perokok di Indonesia didominasi perempuan. Ini sangat memprihatinkan, padahal seharusnya mereka tahu, merokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuhnya,” ujar Sonar.

Sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini, Prof Dr dr Sohartati Gondhowiharjo SpRad (K) Onk mengungkapkan, sebaik-baiknya alat medis seperti CT scan dan rangkaian screening lain, yang paling baik adalah mengenal kondisi tubuh sendiri, seperti dikutip dari harian republika. Selain harus waspada atas perubahan fisik pada tubuh kita, upaya paling gampang lainnya adalah memeriksa benjolan di leher.

“Memang agak sulit mendeteksi kanker kepalaleher sendiri, bahkan dokter pun banyak yang terkecoh. Namun setidaknya mendeteksi perubahan pada tubuh sendiri ini dapat berguna dalam membantu dokter untuk menindaklanjuti apa saja penanganan medis yang harus dilakukan pasien guna mengobati penyakit tersebut,” kata dia.

 

 


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.