Bahaya Asap Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan Kita

Bahaya Asap Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan Kita

Berada dalam kepungan asap tentu terasa tidak nyaman. Debu partikel yang membersamai asap tidak jarang membuat kita terbatuk-batuk. Namun jauh melebihi rasa tidak nyaman, ada kekhawatiran tentang bahaya kesehatan karena asap yang terhirup.

Di dalam udara berasap, terkandung berbagai zat seperti  sulfur dioksida (SO2) ,ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), partikel (PM10). Partikel-partikel kecil ini jika terhirup terus menerus dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.  Seseorang yang terpapar asap terus menerus seringkali baru mulai merasakan efeknya setelah 1- 3 hari terpapar. Berikut ini adalah dampak kesehatan yang mungkin dirasakan akibat terlalu banyak menghirup asap kebakaran hutan:

  1. Infeksi yang memburuk, misalnya saja ISPA (infeksi saluran napasa atas) yang memburuk menjadi pneumonia (radang paru-paru). Hal ini terjadi terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

  1. Menyebabkan iritasi lokal pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan.

  1. Memperburuk penyakit kronik seperti bronkitis, asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), Cor Pulmonale, juga penyakit jantung.

  1. Kematian yang disebabkan oleh kecelakaan karena kabut asap yang menghalangi jarak pandang.

  1. Mencemarkan air bersih dan memperburuk kualitas kebersihan lingkungan.

Seperti yang dilansir dari situs bloomberg.com, situasi asap di Palembang 10 September 2015 bahkan sempat mendekati batas “sangat tidak sehat” dan “berbahaya”. Pada saat diukur oleh kantor meteorologi Indonesia, partikel polusi berada pada angka  344,90 pada pukul 10.00 AM dan meningkat ke angka 515,63 pada pukul 04.00 AM. Sementara hari ini 21 September 2015, tingkat polusi telah turun hingga level sedang.

polusi di palembang

Selain itu di Riau, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melindungi warganya. Setelah sempat meliburkan anak sekolah, saat ini  pemerintah Riau juga menghimbau PNS ibu hamil dan yang memiliki asma untuk tetap di rumah dan tidak masuk kerja.


Categories: Berita Kesehatan

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.