Berbahayakah Wabah MERS CoV yang Terjadi di Korea?

Berbahayakah Wabah MERS CoV yang Terjadi di Korea?

Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) pertama kali dilaporkan menyebabkan infeksi pada manusia  di Timur Tengah pada September 2012. Pada bulan Juli 2013 WHO menyatakan bahwa virus ini tidak memenuhi kriteria kegawatdaruratan kesehatan masyarakat  internasional, namun tetap mengklasifikasikannya sebagai ancaman serius dan perlu diperhatikan.  Namun kasus MERS CoV yang baru-baru ini terjadi di Korea kembali menarik perhatian publik. Masyarakat dibuat bertanya-tanya, berbahayakah kondisi ini? Akankah virus MERS tersebar keseluruh dunia? Apakah masih boleh berpergian ke Korea?

Dalam Jurnal Nature yang dipublikasikan pada 5 Juni 2015 ini, Declan Butler menjelaskan bahwa epidemi MERS yang terjadi di Korea  tidak memiliki ancaman menyebar ke seluruh dunia sebagaimana virus SARS yang pernah mewabah pada tahun 2003.  Argumen ini ditunjang oleh beberapa alasan, antara lain adalah fakta bahwa virus MERS bukanlah virus yang sangat mudah menyebar seperti SARS serta tanggapnya pemerintah Korea Selatan dalam melakukan langkah pencegahan penyebaran penyakit.

MERS utamanya adalah virus yang berasal dari hewan. Virus ini diduga berasal dari kelelawar  dan berpindah ke manusia lewat perantara hewan lain seperti unta. Virus ini dapat berpindah pada manusia seperti yang baru-baru ini terjadi di Korea, namun hanya terjadi jika pasien melakukan kontak sangat dekat dengan orang lain. Kondisi ini dapat ditemukan pada setting rumah sakit atau pada keluarga yang tinggal serumah. Pada kasus yang terjadi di Korea, pasien yang terkena infeksi menularkan infeksi tersebut kepada keluarga, pasien lain di rumah sakit serta petugas kesehatan yang merawatnya sebelum diagnosis MERS  ini ditegakkan.

Virus MERS CoV ini perlu melakukan mutasi sehingga dapat menyebar dengan mudah diantara manusia. Namun, hasil penelitian epidemiologi menemukan bahwa wabah yang menyebar di Korea ini bukan merupakan jenis virus yang telah bermutasi. Selama ini kasus penyebaran yang terjadi di Korea merupakan kasus yang menyebar dalam setting rumah sakit. Jika ditemukan penyebaran diluar setting rumah sakit, maka kewaspadaan adanya mutasi pada virus patut dicurigai dan kewaspadaan semakin ditingkatkan.

Langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh pemerintah Korea juga patut diacungi jempol. Seluruh orang yang memiliki riwayat kontak dengan penderita MERS saat ini berada dalam pengamatan selama 14 hari (periode inkubasi maksimum dari penyakit ini). Siapa saja yang menunjukkan gejala langsung diisolasi. Hingga saat ini telah ada 6 kematian akibat MERS, 87 kasus infeksi, 900 orang yang berada dalam pengawasan. Hampir semua kasus baru merupakan orang yang berada dalam pengawasan. Hal ini merupakan pertanda baik bahwa penyebaran wabah berada dalam kendali.

Ketua  Litbangkes  Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia masih diperbolehkan berkunjung ke Korea dengan melakukan anjuran berikut ini:

1) Selalu rajin cuci tangan pakai sabun (CTPS), karena sudah terbukti kegiatan ini menurunkan penularan MERS CoV.
2) Karena MERS CoV lebih banyak terjadi pada mereka yang ada sakit kronik sebelumnya (paru, jantung, hipertensi, DM dll), maka kalau memang ada penyakit maka sebelum berangkat ke Korea Selatan maka diperiksa dulu oleh dokter di tanah air, cek keadaannya kini dan bawa obatnya.
3) Selama di Korea Selatan maka batasi kontak dengan mereka yang ada gangguan pernapasan, seperti Influenza Like Illness, dan batasi kunjungan ke Klinik / RS yang menangani MERS CoV disana.
4) Kalau selama di Korea Selatan (dan 14 hari sesudah kembali ke Indonesia) ada keluhan batuk pilek panas dan keluhan pernapasan lain, maka segera menghubungi petugas kesehatan dan sampaikan riwayat kunjungan ke Korea Selatan.
5) Selalu ikuti perkembangan keadaan MERS CoV di Korea Selatan dari waktu ke waktu, dan kemudian ikuti rekomendasi-rekomendasi yang mungkin di keluarkan.


Categories: Berita Kesehatan
Tags: korea, Mers Cov

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.