Gejala Kehamilan Di Luar Kandungan (Ektopik) Dan Cara Mengatasinya

Gejala Kehamilan Di Luar Kandungan (Ektopik) Dan Cara Mengatasinya

Sehatmagz.com – Kehamilan menjadi salah satu hal yang paling ditunggu oleh pasangan yang telah menikah. Hadirnya calon buah hati pastinya membawa kebahagiaan tersendiri yang sangat patut disyukuri. Namun, adakalanya masa kehamilan tidak berjalan dengan mudah.

Salah satu hal yang banyak ditakuti oleh wanita adalah kehamilan ektopik atau kehamilan yang terjadi diluar kandungan.Tuba Falopi (saluran antara ovarium dan rahim) adalah tempat yang paling sering di ‘tempeli’. Jika hal ini terjadi, tuba falopi dapat pecah dan mengakibatkan pendarahan hebat.

Apa penyebabnya?

Kehamilan Ektopik yang terjadi pada umumnya disebabkan oleh adanya inflamasi atau infeksi pada saluan tuba falopi. Selain itu, ibu yang sebelumnya mengalami kehamilan ini pun memiliki risiko lebih besar untuk mengalaminya lagi. Beberapa hal berikut pun disebut-sebut sebagai penyebab kehamilan ektopik.

  • Pernah mengalami diethylstiboestrol selama masa kehamilan
  • Kondisi tuba fallopi yang mengalami kelainan kongenital
  • Memiliki riwayat penyakit menular intimual seperti gonorrhea, klamidia dan PID

Gejala apa yang harus membuat khawatir mengalami kehamilan ektopik?

Mual dan muntah memang wajar dialami oleh wanita yang sedang hamil. Namun jika mengalami mual dan muntah disertai pendarahan serta rasa nyeri yang dahsyat di bagian perut bawah, segeralah cek ke dokter kandungan.Nyeri pada bahu, nyeri tulang panggul dan nyeri saat buang air besar adalah gejala yang dirasakan setelah janin mulai membesar. Selain hal itu, kehamilan ektopik pun memunculkan gejala-gejala seperti:

  • Kulit ibu hamil terlebih pucat
  • Tekanan darah rendah
  • Denyut nadi yang meningkat

Cara mengobati dan menghindarinya?

Pemeriksaan yang dilakukan sejak dini dapat meminimalisir dampak kehamilan ektopik yang lebih parah. Pemberian obat suntik agar kondisi tuba falopi tetap dalam keadaan utuh menjadi salah satu tindakan yang bisa dilakukan jika kehamilan ektopik diketahui sejak dini. Jika tuba falopi telah membesar, maka tindakan operasi dala hal yang sangat bijaksana.

Sebenarnya, kehamilan ektopik memang tidak dapat diprediksi sejak awal. Namun, dengan menerapkan pola hidup sehat dan berkomitmen untuk menjauhi diri dari infeksi penyakit menular seksual maka kehamilan ektopik bisa diminimalisir.

Setelah kehamilan ektopik masih bisa hamil normal?

Tentu saja iya. Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik memiliki kesempatan hamil normal hingga 90%. Pada umumnya program hamil boleh dimulai setelah 3 bulan pasca suntikan atau operasi laparoskopi. Namun apabila operasi dilakukan dengan laparotomy / operasi perut, dibutuhkan waktu hingga 6 bulan sebelum melakukan program hamil.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.