Lingkungan Kotor Jadi Penyebab Hepatitis

Lingkungan Kotor Jadi Penyebab Hepatitis

Sehatmagz – Organ hati sering diserang infeksi yang disebabkan oleh virus dan menimbulkan hepatitis. Penyakit ini terdiri dari beragam jenis, mulai dari A, B, C, D, dan E. namun, yang paling diperhatikan masyarakat dunia adalah jenis B dan C. Meski begitu, kita juga tidak boleh melupakan jenis hepatitis A yang sering menjadi penyebab kejadian luar biasa (KLB) di suatu daerah.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), meski tidak sebanyak jumlah penderita hepatitis B dan C, diperkirakan jumlah penderita hepatitis A cukup banyak, yakni mencapai 14 juta kasus per tahun di seluruh dunia. Hepatitis A umumnya sering terjadi pada pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar, lingkungan yang kotor, dan senitasi yang buruk. Inilah yang menjadi penyebab seringnya hepatitis A muncul sudah dalam kejadian KLB.

Komite ahli hepatitis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prof DR dr David Handojo Muljono SpPD Finasim PhD mengatakan, masyarakat tidak boleh meremehkan gejala dari hepatitis A, walaupun yang dirasakan ringan. Namun, gejalanya pun bisa menjadi berat, bergantung pada kondisinya. Karena itu, masyarakat diimbau selalu menjaga kebersihan lingkungannya guna mencegah tertular virus hepatitis A.

“Biasanya gejala yang muncul mirip dengan gejala hepatitis umumnya, berupa demam, lemas, kurang nafsu makan, mual, muntah, urine berwarna keruh, serta mata dan kulit yang berwarna kuning. Tapi, bedanya hepatitis A bersifat akut dan tidak kronis serta dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan makanan yang hendak kita makan,” ungkapnya di Jakarta, pekan lalu.

Pasien hepatitis A juga biasanya tidak perlu dirawat inap apabila tidak mengalami gejala yang parah, seperti tidak mau makan, mual, dan muntah yang bisa mengurangi asupan nutrisi dan cairan dalam tubuh pasien. Hepatitis A, menurut David, juga bersifat self limiting atau akan sembuh sempurna dan tidak menjadi kronis serta memberikan kekebalan seumur hidup selama pasien senantiasa selalu menjaga keseimbangan nutrisi setiap hari.

Pencegahannya, kata dia, dilakukan dengan vaksinasi jenis immunoglobulin. Tetapi, vaksinasi ini bersifat sementara (pasif). Jika pasien positif terinfeksi hepatitis A, imunisasi yang dianjurkan berupa vaksinasi aktif yang kini sudah banyak tersedia di Indonesia dengan jenis Havrix, Vaqta, dan Avaxim.

“Semua orang bisa terkena hepatitis A, tak terkecuali anak-anak. Untuk itu, anak-anak wajib diberikan vaksinasi hepatitis semua jenis, termasuk hepatitis A. Khusus vaksinasi hepatitis A biasanya bagi orang dewasa dan anak berusia 0-12 bulan yang hendak bepergian ke daerah endemis serta penderita hepatitis B dan C kronis,” kata dia.

Dokter sekaligus anggota Perhimpunan Hati Indonesia dr Irsan Hasan SpPD-KGEH mengatakan, pencegahan hepatitis memang dengan menyasar ke sumbernya, yaitu menjaga lingkungan dan berperilaku hidup sehat dan bersih. Hepatitis tidak dapat ditularkan melalui keringat, jabat tangan, udara, air, atau bersin seseorang, seperti dikutip dari harian republika. “Tapi, hepatitis A menular melalui makanan, oral seks, terinfeksi darah pengidap, jarum suntik yang digunakan bersama pengidap, serta sanitasi dan lingkungan yang kotor,” jelasnya.

Khusus hepatitis A, lanjut dia, biasanya tidak terlalu berbahaya jka dibandingkan hepatitis B dan C yang dapat menyebabkan kerusakan organ hati. Jika sudah terkena hepatitis A dan sembuh, pasien tidak akan kembali terkena hepatitis A lagi jika pengobatannya tuntas dan selalu menjaga kebersihan lingkungannya. Soalnya, tubuh pasien yang sembuh dari hepatitis A akan membentuk antibodi terhadap virusnya, Anti-HAV.

“Antibodi ini nantinya akan memberikan perlindungan pada tubuh pasien terhadap infeksi virus hepatitis A. Dengan kata lain, tubuh menjadi resisten terhadap virus hepatitis A. sehingga, kemungkinan penyakit ini berulang kembali sangat kecil,” kata Irsan.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.