Melihat Gerhana Matahari Langsung Dengan Mata Telanjang, Ini Dampaknya

Melihat Gerhana Matahari Langsung Dengan Mata Telanjang, Ini Dampaknya

Sehatmagz – Masyarakat Indonesia tengah bersukaria menyambut fenomena alam langka gerhana matahari total yang sangat jarang terjadi. Namun, dalam menyaksikan fenomena alam ini, hendaknya kita tidak melihatnya dengan mata telanjang, karena hal tersebut sangat tidak dianjurkan.

Doketer spesialis mata dari Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, Iwan Sovani mengungkapkan, melihat sinar matahari dengan mata telanjang saat fase gerhana bisa merusak retina mata.

“Sama seperti melihat matahari langsung saat tidak ada gerhana. Kalau sat gerhana, di sisi yang masih terlihat sinar matahari, spektrum cahayanya juga tinggi. Intensitas sinar yang masuk ke mata ini menjadi sangat penting,” ujar Iwan.

Iwan menjelaskan, intensitas cahaya yang tinggi dari matahari bisa masuk ke lubang pupil, kemudian fokus di retina. Akibatnya, suhu di retina bisa meningkat 10-25 derajat celcius. Padahal peningkatan suhu 4 derajat celcius saja sudah mampu “membakar” retina mata. Tentu, hal ini sangat tergantung dengan intensitas cahaya atau lamanya mata saat menatap matahari.

Mekanisme kerusakan yang terjadi pada mata sama seperti saat melakukan percobaan membuat titik api dari sinar matahari menggunakan kaca pembesar.

“Ibaratnya pakai kaca pembesar yang diarahkan ke matahari, dan difokuskan pada kertas, (kertas) akan mudah terbakar kan? Hal ini persis terjadi pada mata,” ujar ahli bedah vitreoretina ini.

Ia mengatakan, meski langit akan gelap dan tidak menyilaukan saat bulan menghalangi matahari, ini bukan berarti bahwa gerhana aman dilihat tanpa perlindungan pada mata, seperti dilansir dari health.kompas.com.

“Pada waktu terang, pupil mata itu mengecil. Saat gerhana, bulan menutupi matahari, kan gelap, jadi tidak silau, dan pupil mulai membesar. Namun, ketika matahari terlihat, pelan-pelan sinar matahari bisa masuk ke mata, kita enggak sadar. Ini yang dihindari,” lanjut Iwan.

Kerusakan mata karena menatap sinar matahari disebut solar retinopaty, sedangkan karena menatap gerhana matahari disebut solar eclipse retinopaty. Kasusnya sangat jarang terjadi karena sangat jarang pula ada manusia yang sengaja menatap matahari terlalu lama.

Gejala kerusakan mata itu, antara lain, penglihatan menjadi buram, melihat garis lurus menjadi bengkok atau metamorphosia, muncul skotoma atau bayangan hitam yang menutupi pandangan, gangguan penglihatan warna, silau, dan sakit kepala.

Gejala ini dapat muncul beberapa saat setelah melihat matahari atau beberapa bulan kemudian.gangguan ini ada yang bersifat sementara dan juga permanen.

Seperti ditulis tim dokter spesialis mata dari Unit Vitreoretina Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, sejauh ini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan kerusakan permanen pada retina.

Untuk itu, meski kasusnya sangat jarang, melakukan pencegahan tentu jauh lebih baik. Gunakanlah kacamata yang dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet ataupun inframerah.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.