Mendaftarkan Bayi Dalam Kandungan Ke BPJS Kesehatan

Mendaftarkan Bayi Dalam Kandungan Ke BPJS Kesehatan

Salah satu masalah yang muncul saat kepesertaan BPJS Kesehatan mulai diterapkan di Indonesia adalah problem kesertaan bayi yang baru lahir.

Dengan ketentuan bahwa kartu BPJS baru aktif setelah 7 hari  pendaftaran, bisa dibayangkan bagaimana jika bayi baru lahir tersebut ternyata membutuhkan perawatan intensif. Misalnya karena komplikasi persalinan, bayi harus dirawat di NICU (Neonatal Intesive Care Unit). Karena belum keanggotaan BPJS belum bisa digunakan, orang tua pun terpaksa membayarnya dari kocek sendiri.  Padahal, satu hari perawatan di NICU bisa menelan biaya 3-5 juta per harinya.

Setelah belajar dari kemungkinan seperti itu, BPJS Kesehatan telah berinovasi dan menciptakan regulasi yang memungkinkan bayi baru lahir telah terdaftar sebagai anggota BPJS. Jika anda saat ini sedang menunggu kelahiran buah hati, hal ini termasuk hal penting yang perlu anda ketahui.  Walaupun kita tidak mengharapkan bayi kita kelak mengalami masalah kesehatan, namun hal ini tetap perlu dipersiapkan.

Kelak, jaminan kesehatan dari BPJS akan bermanfaat jika bayi kita mengalami problem kesehatan ringan yang sering terjadi , misalnya bayi perlu mendapatkan perawatan sinar biru karena mengalami kuning (ikterus) di masa awal kehidupannya. Selain itu, jaminan kesehatan BPJS juga  menanggung biaya perawatan untuk kondisi berat dan menelan banyak biaya, misalnya pada kasus penyakit jantung bawaan. Tentu sangat membantu bila mengalami kejadian seperti ini kita telah dilindungi dengan kepastian pembiayaan.

Kepala Dept. Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaid, sebagaimana dikutip dari detikhealth,  bahkan menyarankan orang tua mulai mendaftarkan janin sejak kehamilan berusia 6 bulan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kelahiran prematur yang mungkin terjadi sejak usia tersebut.

Berikut ini adalah syarat  dan ketentuan jika ingin mendaftar kan bayi yang masih dalam kandungan:

  1. Janin didaftarkan sebagai kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)
  2. Janin dipastikan keberadaannya dengan adanya denyut jantung. Hal ini harus dibuktikan dengan keterangan dokter.
  3. Identitas bayi mengikuti identitas ibu. Nama bayi akan menjadi “calon bayi ny. (nama ibu)”
  4. Pengisian NIK untuk janin diisi dengan nomer kartu keluarga
  5. Tanggal lahir bayi diisikan sesuai dengan tanggal pendaftaran
  6. Jenis kelamin janin dapat diisikan sesuai hasil pemeriksaan USG, atau dengan perkiraan dahulu
  7. Pengisian kelas perawatan janin harus sama untuk satu keluarga
  8. Perubahan identitas bayi yang telah dilahirkan (nama, NIK, tanggal lahir atau pun jenis kelamin) paling lama 3 bulan setelah bayi dilahirkan
  9. Jika tidak dilakukan perubahan hingga 3 bulan, makan identitas bayi tersebut menjadi tidak aktif dan tidak dapat memperoleh layanan dari BPJS Kesehatan
  10. Persyaratan tersebut hanya berlaku untuk peserta BPJS kesehatan mandiri. Tidak berlaku bagi peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang pembayaran preminya ditanggung oleh pemerintah serta penduduk yang didaftarkan oleh pemda. Peserta peorangan Kelas III yang tidak mampu harus dibuktikan dengan surat rekomendasi dari dinas sosial setempat.

Perlu diperhatikan pula, seperti yang tertuang pada poin pertama,  langkah-langkah tersebut hanya bisa diterapkan oleh peserta BPJS Kesehatan mandiri, dan bukan peserta BPJS Kesehatan kelompok Pekerja Penerima Upah atau keanggotaan BPJS yang dibayarkan oleh perusahaan. Jika anda adalah peserta BPJS Kesehatan perusahaan, anda bisa mendaftarkan kesertaan bayi, baru setelah bayi dilahirkan. Peserta diberikan waktu 3×24 jam untuk segera mendaftarkan bayi yang baru lahir ke kantor BPJS Kesehatan terdekat agar biaya perawatan bayi menjadi tanggungan BPJS.

Nah jika anda adalah peserta BPJS Kesehatan  mandiri dan berencana untuk mendaftarkan bayi anda, berikut ini adalah persyaratan yang perlu dipersiapkan:

  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Kartu Peserta BPJS Kesehatan Ibu
  • Surat keterangan dokter atau fotokopi buku pemeriksaan kehamilan
  • Fotokopi hasil USG (tidak wajib)
  • Fotokopi buku rekening BRI/ BNI/ Mandiri (pilih salah satu)
  • Form pendaftaran BPJS Kesehatan

Sementara jika anda adalah peserta BPJS Kesehatan dari Perusahaan dan akan mendaftarkan bayi anda yang baru lahir, berikut ini persyaratan yang perlu dipersiapkan:

  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Kartu BPJS Kedua Orang Tua
  • Fotokopi KTP Kedua Orang Tua
  • Fotokopi Surat Keterangan Lahir

Baca juga: Apa Beda Antara BPJS, JKN, dan KIS?


Categories: Berita Kesehatan

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.