Mengenal Jenis-Jenis Masker Untuk Menangkal Bencana Asap

Mengenal Jenis-Jenis Masker Untuk Menangkal Bencana Asap

Memakai masker saat berpergian kini mulai menjadi kebutuhan banyak orang. Baik itu karena  bencana asap kebakaran hutan yang melanda negeri kita ini, maupun tingginya tingkat polusi di kota besar. Saat ini kita mengenal berbagai macam masker yang beredar. Di pasaran kita bisa menemukan masker berbahan serat woven, kain, maupun masker dengan lapisan plastik. Kapankah sebaiknya penggunaan masker tersebut?  Yuk, kita bahas bersama!

Surgical Mask

Surgical Mask atau masker bedah adalah jenis masker yang paling mudah ditemukan di pasaran.

  1. Masker surgical

Masker ini adalah yang paling sering kita lihat,  umumnya berwarna hijau, tapi sudah banyak dijual dengan warna lain seperti biru atau abu. Pemakaian masker ini memang bisa dibilang dapat mengurangi kandungan polusi dari udara yang dihirup, terutama karena asap kendaraan bermotor di kota besar. Sementara untuk kasus asap di Riau, dr Mardiansyah Kusuma, Sp. OK mengatakan “Masker tipis yang dibagikan, merupakan masker standar untuk bedah. Dan masker itu digunakan untuk menangkal cipratan darah, liur, maupun bakteri dari pasien agar tidak mengenai paramedis”  jadi dianggap kurang cocok untuk dijadikan perlindungan saluran pernapasan dari polusi udara yang ekstrim seperti kabut asap. Partikel halus dengan ukuran lebih kecil dari 2.5 mikron tidak dapat ditahan dengan menggunakan masker jenis ini.  Selain itu perlu diingat bahawa masker ini adalah masker satu kali pakai, yang harus diganti setelah digunakan.

masker kain

Masker kain seringkali memiliki motif yang menarik.

  1. Masker kain

Masker kain adalah masker yang dijual dengan berbagai motif dan gambar. Seperti dikutip dari laman web  cnnindonesia, Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Imran Agus Nurali menyatakan bahwa masker jenis ini masih boleh digunakan oleh masyarakat untuk menghadapi bencana asap. Masker jenis ini setidaknya dapat dicuci kembali untuk pemakaian selanjutnya.  Proses penyucian diharapkan akan membersihkan sisa polusi udara. Akan tetapi untuk kondisi polusi udara berat, masker ini juga dianggap kurang melindungi tubuh dari material berbahaya pada udara terpolusi.

n95 inside

Masker N95 adalah jenis masker yang paling dianjurkan untuk menangkal polusi asap.

  1. Masker N95

Masker ini merupakan masker yang paling melindungi penggunana. Nama N95, berarti masker ini mampu menahan partikel berbahaya di udarah hingga sebanyak 95%, berdasarkan standar dari National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) Amerika Serikat.  Masker ini mampu menahan partikel kecil hingga sebersar  0.1 – 0.3 micron.

Ditengah bencana asap saat ini, terlebih pada saat level polusi mencapai ambang berbahaya, penggunaan masker N95 sangat direkomendasikan. Sayangnya jumlah masker N-95 yang tersedia di tempat bencana tidak sebanding dengan jumlah jiwa yang harus dilindungi, sehingga terkadang sulit didapatkan.

Kementrian Kesehatan Singapura dari situs resminya menjelaskan bahwa masker ini tidak diperlukan apabila seseorang  berada diluar rumah dalam waktu singkat, misalnya saat bepergian dari rumah ke tempat kerja dalam keadaan pencemaran asap belum sampai level berbahaya.   Seseorang mulai memerlukan masker N95, apabila Indeks Standar Pencemaran Udara mencapai level 300 (level berbahaya). Sementara bagi seseorang dengan riwayat penyakit paru kronis seperti bronkitis dan asma, penggunaan masker ini sudah mulai disarankan apabila ISPU mencapai nilai 200.

Satu hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan masker ini adalah perlunya seseorang beristirahat menggunakan masker apabila terasa tidak nyaman. Sifat masker yang menutup rapat hidung dan mulut memang membuat kita mengeluarkan energi lebih untuk bernapas, baik pada orang normal maupun orang dengan penyakit paru.

Pada kondisi berbahaya, seseorang dengan masalah paru, maupun ibu hamil disarankan untuk tidak keluar rumah. Hal ini disebabkan kedua golongan tersebut akan memiliki potensi mengalami hambatan jika harus menggunakan masker N95, jika berada di luar rumah. Hambatan ini timbul karena berkurangnya kapasitas paru pada kondisi tersebut, sehingga bernapas sambil menggunakan masker ini lebih mudah memicu sesak. Jikapun terpaksa harus digunakan, disarankan untuk beristirahat beberapa kali, apabila sesak mulai terasa.


Categories: Berita Kesehatan

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.