Poligami Meningkatkan Risiko Sakit Jantung Hingga Empat Kali Lipat

Poligami Meningkatkan Risiko Sakit Jantung Hingga Empat Kali Lipat

Selama ini penelitian telah membuktikan bahwa menikah dapat meningkatkan taraf kesehatan dan ikut berperan memperpanjang usia seseorang.  Namun, belum ada studi yang meneliti bagaimana efek menikah dengan lebih dari satu istri (poligami) terhadap kesehatan.

Untuk itu, Dr. Amin Doulah, seorang ahli jantung dari King Faisal Specialist Hospital &Research Center Jeddah, Saudi Arabia melakukan penelitian untuk melihat bagaimana hubungan antara jumlah istri (berpoligami) dengan kesehatan jantung seseorang.

Guna menilai parameter kesehatan jantung, dr. Doulah menilai berdasar ada tidaknya sumbatan pada pembuluh darah koroner. Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi untuk otot jantung. Sumbatan pada arteri ini dapat menimbulkan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke dan kematian.

Dalam penelitian ini, penyakit jantung koroner didefinisikan dengan ditemukannya sumbatan  70% pada pembuluh darah epicardial utama atau sumbatan 50% pada pembuluh darah arteri koronaria sinistra.

Desain penelitian dilakukan secara observasional prospektif. Subjek penelitian dikumpulkan dari lima rumah sakit yang tersebar di Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Pada akhir penelitian, didapatkan 687 responden. Mayoritas responden, yaitu 68% memiliki satu istri, sementara 19% memiliki dua istri, 10% memiliki tiga istri, serta 3% memiliki empat istri.

Penelitian ini juga menemukan hubungan yang signifikan antara jumlah istri dengan keberadaan penyakit jantung koroner. Tingkat risiko bertambah sebanding dengan banyaknya jumlah istri. Setelah melakukan penyesuaian terhadap karakteristik demografi subjek, para peneliti menunjukkan bahwa laki-laki yang melakukan poligami memiliki risiko 4.6x lipat mengalami penyakit jantung koroner, dan 3.5 kali lipat mengalami sumbatan pada satu arteri, dan 2.6 kali lipat lebih rentan mengalami sumbatan pada beberapa arteri koroner (multiple vessel disease).

Hasil penelitian ini disampaikan dalam acara Asian Pacific Society of Cardiology Congress 2015 (APSC 2015) yang di selenggarakan 29 April -2 Mei 2015 di Abu Dhabi.

Dr. Daolah menyatakan, “Kami menemukan hubungan yang bermakna antara peningkatan jumlah istri dan jumlah arteri koroner yang tersumbat. Hal ini mungkin disebabkan bahwa mengurusi lebih banyak rumah tangga  menimbulkan beban finansial  dan emosional. Setiap rumah tangga harus diperlakukan secara adil dan setara. Hal ini mungkin menimbulkan stress.”

Beliau menambahkan beberapa variabel perancu seperti aktivitas fisik, kualitas hubungan dengan pasangan, kebiasan makan, dana efek genetik dari pernikahan keluarga dekat perlu di teliti lebih dalam lagi.

Sebagai kesimpulan, penyakit jantung koroner dan poligami hanya menunjukkan hubungan asosiasi, dan belum tentu menunjukkan hubungan sebab akibat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memverifikasi hubungan dua hal tersebut.

Dr Wael Almahmeed, ketua penyelenggara APSC 2015 menyatakan bahwa penelitian ini benar-benar sebuah penelitian yang menarik dan akan memicu diskusi dan kontroversi. Nah, bagaimana dengan anda, apakah anda percaya dengan hasil penelitian ini?

Sumber: sciencedaily,  European Society of Cardiology (ESC).


Categories: Berita Kesehatan

Comments

comments