Risiko Kesehatan Hamil di Usia 40-an

Risiko Kesehatan Hamil di Usia 40-an

Sehatmagz – Pekan ini seorang wanita Australia dikabarkan melahirkan bayi di usia 62 tahun setelah menjalani program bayi tabung. Bagi sebagian wanita, hamil di usia yang tak lagi muda memang bisa terjadi. Tapi, apa pengaruhnya bagi kesehatan?

Jumlah wanita yang memiliki bayi di usia akhir 30-an memang terus meningkat. Bahkan, sekitar satu dari 1000 kelahiran terjadi pada wanita berusia di atas 45 tahun. Peningkatan tersebut juga berkat kemajuan teknologi reproduksi berbantu.

Kehamilan di atas usia 30 sebenarnya berisiko dua kali lipat mengalami tekanan darah tinggi saat hamil (pre-eklampsia). Mereka juga berisiko lebih besar mengalami diabetes gestasional.

Lebih dari separuh wanita berusia di atas 40 tahun juga memerlukan operasi caesar saat melahirkan.

Ibu hamil yang sudah berusia matang biasanya dianggap sebagai kehamilan berisiko dan memerlukan pendampingan dokter. Komplikasi yang terjadi saat kehamilan, seperti perdarahan dan penyumbatan darah, juga berakibat fatal pada wanita yang hamil di usia 40-an.

Selain pada ibu, risiko kesehatan juga akan ditanggung bayi. Seperti dikutip dari health.kompas.com,  menurut peneliti, bayi yang lahir dari ibu berusia di atas 40 tahun berisiko lahir sebelum waktunya (sebelum 36 minggu kehamilan) dan lahir dengan berat rendah.

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan juga prematur sebenarnya memiliki potensi mengalami gangguan pematangan paru, dan di usia dewasa berisiko mengalami obesitas dan diabetes.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.