Ternyata Detak Jantung Menentukan Bijak Tidaknya Seseorang

Ternyata Detak Jantung Menentukan Bijak Tidaknya Seseorang

Sehatmagz – Bijak tidaknya seseorang dalam memutuskan sesuatu didasari oleh banyak hal, semisal usia dan tingkat pendidikannya. Para pakar sendiri menduga keputusan yang bijak bersumber dari aspek psikologis yang dimiliki masing-masing orang.

Semisal kemampuan untuk melihat sebuah isu dari sudut pandang berbeda dan bisa menerima perbedaan pendapat. Kebijaksanaan juga sering dikaitkan dengan pengalaman dan tingkat pengetahuan seseorang.

Namun untuk pertama kali terungkap bahwa ini juga ada kaitannya dengan hal-hal fisik, terutama pada jantung. Peneliti gabungan dari Kanada dan Australia menemukan ketertarikannya pada heart rate variability (HRV) atau variasi interval waktu di setiap detakan jantung seseorang.

Ternyata, makin rendah fluktuasi atau naik turunnya jantung seseorang ketika tidak melakukan apapun atau saat melakukan aktivitas ringan, maka pola pikir mereka menjadi semakin bijak.

Fakta ini telah dibuktikan oleh peneliti dari University of Waterloo dan Australia Catholic University dengan merekrut 150 partisipan dengan usia rata-rata 25 tahun dan meminta mereka menelaah sebuah isu sosial dari sudut pandang orang pertama dan ketiga.

“Ternyata mereka yang HRV-nya lebih bervariasi mampu berpikir dari sudut pandang yang berbeda sehingga memiliki kapasitas lebih besar untuk memutuskan sesuatu secara bijak karena fungsi eksekutif otaknya juga makin bagus,” kata peneliti Dr Igor Grossmann dari University of Waterloo, Kanada.

Namun ketika partisipan diminta menelaah suatu persoalan dari sudut pandang orang pertama, peneliti tidak menemukan adanya keterkaitan antara detak jantung dengan tingkat kebijaksanaan mereka.hal ini tentu menguatkan temuan Grossmann dan timnya.

Kendati demikian, Grossmann menegaskan seseorang dengan kemampuan kognitif yang lebih baik belum tentu lebih bijak dalam memutuskan sesuatu. Sebab sebagian dari mereka bisa saja memanfaatkan kemampuan kognitif ini untuk membuat keputusan yang tidak bijak atau lebih menguntungkan mereka.

“Untuk bisa mengatakan seseorang bijak atau tidak, kita harus memastikan apakah mereka sudah meredam egonya apa belum,” tutupnya, seperti dikutip dari health.detik.com.

 


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.