Mengapa Tumor Otak Lebih Sering Terjadi Pada Pria Dibandingkan Wanita?

Mengapa Tumor Otak Lebih Sering Terjadi Pada Pria Dibandingkan Wanita?

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Washington  membantu mengungkap mengapa tumor otak lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan wanita. Selain lebih banyak, tumor otak yang ditemukan pada pria juga biasanya lebih bahaya. Misalnya saja, glioblastoma ditemukan dua kali lebih banyak pada pria daripada wanita. Selain itu, glioblastoma yang ditemukan pada pria juga biasanya menyebabkan ganggun fungsi kognitif yang lebih berat.

Selama ini kita bisa menemukan banyak jenis penyakit yang bisa muncul pada wanita dan tidak muncul bagi pria. Perbedaan ini seringkali disebabkan oleh perbedaan jenis hormon yang diproduksi oleh pria maupun wanita. Namun pada kasus tumor otak, para peneliti tahu bahwa penyebabnya bukanlah perbedaan hormon.

Pada percobaan yang dilakukan di laboratorium para peneliti menemukan bahwa sel glioblastoma pria lebih mudah menjadi sel kanker setelah diberikan growth factor dan sedikit rekayasa genetik. Kemudian para peneliti secara khusus mempelajari hubungan fenomena ini dengan fungsi gen neurofibromin, p53 dan RB. Ketiga gen ini memiliki peran dalam menekan pembelahan sel dan menjaga survival sel. Pada kasus kanker seringkali salah satu dari ketiga gen tersebut mengalami mutasi atau tidak berfungsi lagi.

Setelah melalui penelitian yang panjang, para peneliti menemukan bahwa pada peningkatan angka kejadian kasus tumor otak pria, salah satunya disebabkan oleh rendahnya aktivitas retinoblastoma (RB), sebuah jenis protein yang diketahui mampu menurunkan risiko kanker.

Josua Rubin, salah satu peneliti senior pada penelitian ini menyatakan bahwa temuan ini bukan saja mempengaruhi risiko kanker pada jenis kelamin yang berbeda, namun juga mungkin mempengaruhi hasil perawatan.

Ada jenis kanker lain yang lebih sering ditemukan pada pria, misalnya saja  kanker hati.  Dengan mengetahui mengapa hal ini lebih sering terjadi pada salah satu gender akan membantu kita mengetahui mekanisme dasar kanker dan menemukan terapi yang lebih efektif serta melakukan uji coba klinis yang lebih tepat.


Categories: Otak dan Saraf
Tags: tumor otak

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.