Kenapa Sih Kalau Musim Hujan Kita Jadi Mudah Batuk dan Pilek?

Kenapa Sih Kalau Musim Hujan Kita Jadi Mudah Batuk dan Pilek?

Hari-hari ini adalah hari yang diwarnai dengan hujan. Terutama di sore dan malam hari, berbagai kota di Indonesia mulai dibasahi dengan rintik hujan. Curahan hujan di bulan ini disambut dengan baik karena ikut menghapuskan asap dan kabut yang meliputi beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatera. Bagi sebagian orang, hujan dapat menjadi berkah, sementara bagi sebagian orang, hujan menjadi musibah. Berita kebanjiran mulai terdengar di beberapa kota. Angka kesakitan akibat penyakit yang disebabkan oleh hujan juga meningkat.

Salah satu penyakit yang paling sering muncul pada saat musim hujan adalah batuk dan pilek. Batuk pilek ringan dikenal juga dengan istilah common cold atau selesma. Penyebab tersering dari salesma adalah infeksi virus rhinovirus. Gejala batuk pilek dapat juga disebabkan oleh infeksi virus influenza. Nah pada kondisi ini, biasanya gejala demam dan nyeri sendi seringkali dirasakan cukup berat. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mencampur adukkan istilah batu pilek salesma sebagai “flu”. Padahal keduanya meskipun mirip, namun dua hal yang berbeda. Selain itu, batuk pilek juga bisa disebabkan oleh bakteri dan juga proses alergi.

Nah, karena sering muncul pada saat hujan sebagian orang bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi? Benarkah hujan menyebabkan salesma?

Seperti yang telah dijelaskan diatas, penyebab utama dari keluhan batuk dan pilek adalah infeksi virus. Namun selama musim hujan, penyebarannya lebih mudah karena beberapa alasan:

  1. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Plos Pathogens, diketahui bahwa virus influenza lebih bisa bertahan di udara bebas pada keadaan hujan dan lembab. Sementara di negara subtropis, virus ini lebih bisa bertahan pada keadaan dingin dan kering, sebagaimana kondisi udara yang ditemui pada saat musim salju.
  2. Kurangnya sinar matahari selama musim hujan, yang bisa membunuh virus juga memperpanjang masa hidup virus yang berkeliaran di udara bebas.
  3. Musim hujan menyebabkan orang lebih memilih menghabiskan waktu dengan berkegiatan di dalam ruangan. Kondisi ini semakin memudahkan transmisi penyakit dari satu orang ke orang lainnya.
  4. Sebagian orang sudah memiliki virus flu yang ada pada hidungnya. Penelitian oleh Common Cold Centre di University of Cardiff menemukan bahwa seseorang yang merasa kedinginan pada kaki setelah berendam pada air dingin lebih banyak yang mengalami flu dibandingkan dengan yang tidak berendam. Hal ini salah satunya disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah pada hidung sehingga menjadikan pertahanan tubuh menurun dan menjadikan virus lebih mudah berreplikasi.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terkena penyakit batuk dan flu saat musim hujan:

  1. Rajin mencuci tangan
  2. Hindari kontak dengan mata, hidung dan mulut saat tangan Anda belum dicuci setelah memegang benda seperti mainan atau benda lain yang memiliki banyak bakteri
  3. Hindari orang sakit, karena penyakit dapat menular melalui udara dan kontak fisik.

Categories: Recognize rosiaris

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.