Memprihatinkan, Generasi Muda Generasi Perokok

Memprihatinkan, Generasi Muda Generasi Perokok

Menurut aturan yang berlaku, rokok hanya boleh diperjualbelikan kepada orang dewasa berusia 18 tahun keatas. Akan tetapi longgarnya aturan mengenai aturan merokok di Indonesia, membuat barang ini mudah didapat dan dikonsumsi oleh siapa saja tanpa mengenal umur si konsumen.

Banyaknya celah untuk mendapatkan rokok membuat anak-anak dibawah umur juga bisa menjadi perokok, bahkan yang lebih parah lagi menjadi “pecandu rokok”. Hal ini disebabkan oleh pemerintah dan kita juga sebagai masyarakat yang kurang tegas dalam menjalankan aturan dilarang merokok untuk anak dibawah umur.

Bukti dapat dilihat dari banyaknya para perokok mulai dari murid SD sampai SMP yang secara bebas merokok di pinggir jalan atau di warung-warung kecil. Rata-rata dari mereka dapat menghabiskan 2-3 bungkus / harinya. Ironis bukan? Jika sudah seperti ini, siapa yang bisa disalahkan? Orang tua si anak? Guru? Pedagang? Pemerintah? Atau kita orang-orang yang ada di sekitar mereka?

Faktanya, sebuah studi terkini menyatakan perokok pada kisaran umur 10-14 tahun telah meningkat sebanyak 2 kali lipat dalam kurun 20 tahun terakhir dan 3 kali lipat pada usia 5 – 9 tahun. Fakta yang mengejutkan bukan? Ini merupakan hasil implementasi  yang kurang tegas dalam penegakan aturan dilarang menjual rokok pada anak dibawah umur.

Rokok merupakan produk yang sangat buruk bagi kesehatan, sudah banyak angka kematian yang tercipta disebabkan oleh produk ini terhadap orang dewasa. Bisa dibayangkan jika ini terus dilanjutkan oleh para generasi muda di negara kita? Ini akan mengakibatkan pengikisan terhadap anak-anak muda yang kelak akan menjalankan negara ini diakibatkan kebiasaan merokok mereka yang sudah dimulai sejak dini.

Hal ini akan menyebabkan Indonesia akan kehabisan anak-anak muda yang berkualitas dan akan menjadi kerugian yang sangat besar untuk kita sendiri. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Semua hal ini tergantung dari lingkungan bermain si anak. Anak belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan oleh guru mereka di sekolah, tapi juga karena mereka melihat dan kemudian mereka akan meniru. Mindset si anak yang selalu menganggap apa yang dilakukan oleh orang dewasa adalah hal yang keren dan boleh dilakukan, membuat si anak merasa mereka harus meniru hal yang sama dan akhirnya berlanjut.

Untuk itu bagi Anda yang merokok,  harap jauhkan diri Anda dari penglihatan anak-anak saat Anda akan merokok untuk mencegah si anak menirukan hal yang sama. Turuti aturan dilarang merokok di beberapa tempat yang memang sudah di tetapkan menjadi kawasan bebas merokok terutama tempat umum dan taman bermain anak-anak untuk menghidari dilihat oleh anak-anak, juga menghindari produksi polusi pada tempat atau kawasan yang sehat dan bersih dari asap rokok.

Baca juga: Anak yang terpapar asap rokok, lebih rentan terkena sakit jantung

 


Categories: Recognize rosiaris

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.