Cara Membaca Hasil Pemeriksaan Kolesterol

Cara Membaca Hasil Pemeriksaan Kolesterol

Menjaga kadar kolesterol dalam kadar yang sehat merupakan salah satu cara untuk menjaga jantung tetap  sehat dan ikut menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke.

Menurut rekomendasi American Heart Association, orang dewasa berusia 20 tahun atau lebih diharapkan memeriksakan kadar kolesterol dan faktor risiko lain setiap 4 – 6 tahun sekali.

Hasil tes pemeriksaan kolesterol anda akan disajikan  dalam satuan miligram per desiliter darah (mg/dl). Dengan mengetahui kadar kolesterol total dan HDL, dokter dapat memperhitungkan risiko serangan jantung dan stroke seseorang dalam jangka waktu 10 tahun.

Untuk mengetahui apakah hasil pemeriksaan kolesterol anda berpengaruh terhadap risiko sakit jantung, dokter anda juga akan mempertimbangkan faktor risiko lain seperti usia, riwayat keluarga, obesitas, riwayat merokok, dan ada tidaknya tekanan darah tinggi.

Hasil pemeriksaan kolesterol lengkap akan menunjukkan hasil berikut ini:

Kolesterol Total
Nilai kolesterol total  dihitung dengan menggunakan persamaan ini: HDL + LDL + 20% kadar trigliserida. Jumlah kolesterol < 180 mg/dL merupakan angka yang dianggap paling optimal. Berikut ini adalah kategori hasil pemeriksaan kolesterol total:

  • Risiko tinggi : > 240mg/dL
  • Borderline risiko tinggi: 200- 239 mg/dL
  • Yang diharapkan : < 200 mg/dL

Jika anda pernah memeriksakan kolesterol di apotik atau praktik dokter menggunakan alat periksa cepat, hasil yang diperoleh biasanya adalah nilai kolesterol total saja, tanpa hasil  pemeriksaan jenis kolesterol lainnya.

Kolesterol baik (High Density Lipoprotein)
Untuk kadar HDL  kolesterol, kadar yang lebih tinggi artinya lebih baik. Kadar HDL yang rendah merupakan risiko terhadap penyakit pada jantung. Seseorang dengan kadar trigliserid tinggi biasanya memiliki kadar kolesterol HDL yang rendah. Faktor genetik, diabetes mellitus tipe 2, dan beberapa jenis obat-obatan seperti beta blocker dan steroid juga dapat menurunkan kadar kolesterol. Merokok, berat badan overweight dan gaya hidup sedenter (kurang gerak) dapat menyebabkan kadar HDL yang rendah. Kadar HDL yang diharapkan adalah >40 mg/dl.

Kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein)
Kadar LDL yang rendah merupakan hal yang baik untuk kesehatan. Walaupun begitu, kadar LDL bukan lagi menjadi patokan untuk terapi pencegahan serangan jantung dan stroke. Untuk pasien yang mengkonsumsi statin, panduan American Heart Association menyebutkan bahwa mereka yang mengkonsumsi statin tidak perlu menurunkan kadar LDL hingga target spesifik tertentu. Makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh merupakan jenis makanan yang bisa menaikkan kadar LDL.

Nilai LDL > 190 mg/dL menunjukkan risiko tinggi terhadap sakit jantung dan merupakn indikator kuat bahwa pasien tersebut dapat memperoleh manfaat dari terapi intensif seperti perubahan gaya hidup, diet dan terapi dengan statin.

Untuk kadar LDL yang kurang dari atau sama dengan 189 mg/dL, panduan menyarankan untuk menurunkan kadar LDL 30-50%, tergantung faktor risiko lain yang dimiliki.

Trigliserida
Trigliserid merupakan jenis lemak yang paling umum ditemukan di dalam tubuh. Nilai normal trigliserida bervariasi sesuai umur dan jenis kelamin. Nilai trigliserida yang tinggi ditambah HDL yang rendah atau LDL yang tinggi berhubungan dengan aterosklerosis, atau penumpukan lapisan lemak yang bisa membuat sumbatan pada pembuluh darah otak dan jantung. Berikut ini adalah kategori hasil pemeriksaan trigliserida:

  • Risiko sangat tinggi : > 500 mg/dL
  • Risiko tinggi : 200- 500 mg/dL
  • Borderline risiko tinggi : 150 – 199 mg/dL
  • Normal : < 150 mg/dL

 

 


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.