‘Happy Heart Syndrome’, Terlalu Bahagia Dapat Berujung Fatal

‘Happy Heart Syndrome’, Terlalu Bahagia Dapat Berujung Fatal

Sehatmagz – Riset membuktikan, patah hati bisa memunculkan sakit jantung betulan yang oleh para ahli disebut sebagai takotsubo cardiomyopathy atau ‘broken heart syndrome’. Tapi  terlalu bahagia juga konon dapat memicu sakit jantung.

Hal ini pertama kali diungkap oleh sejumlah dokter dari University Hospital Zurich, Swiss setelah mengamati database serangan jantung yang dialami 1.750 pasien di seluruh penjuru dunia.

Di situ mereka menemukan bahwa sebagian besar serangan yang dialami orang-orang ini adalah emosi negatif yang sangat buruk, seperti duka, takut dan marah.

Namun perhatian mereka kemudian tertuju pada 20 orang yang mengalami serangan jantung yang justru dipicu dipicu oleh hal-hal yang menggembirakan. Di antaranya, pesta ulang tahun, pernikahan, kemenangan tim olahraga favorit, atau kelahiran cucu.

“Ternyata pemicu ‘broken heart syndrome’ lebih bervariasi dari yang kita kira selama ini,” tutur peneliti Dr Jelena Ghadri seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (3/3/2016).

Ghadri yang juga ikut ambil bagian dalam mengungkap adanya ‘broken heart syndrome’ ini kemudian berkesimpulan, ini berarti tak semua pasien ‘broken heart syndrome’ mengalami gangguan jantung karena emosi negatif, sebab hal ini ternyata juga dapat dipicu oleh emosi positif.

Setelah temuan ini, Ghadri berharap setiap dokter aware dengan adanya kemungkinan ini. Pasien manapun yang datang ke IGD dengan gejala serangan jantung seperti nyeri di dada dan sesak napas bukan berarti baru saja mengalami musibah, tetapi juga mungkin baru saja merasakan hal-hal yang menggembirakan.

Ia menambahkan, kondisi ini umumnya ditemukan pada wanita, sebab 95 persen pasien dari database yang mereka gunakan, berjenis kelamin perempuan dengan rata-rata usia 65 tahun, seperti dilansir dari health.detik.com.

Gejala yang muncul dari pasien ‘broken heart syndrome’ seringnya mirip dengan penyakit jantung koroner seperti nyeri dan sesak di bagian dada. Namun dari dalam, kondisi ini ditandai dengan pelemahan otot jantung yang terjadi secara mendadak namun bersifat tidak permanen. Meski begitu, hal ini akan memicu bilik kiri jantung menggelembung seperti balon dan tidak bisa memompa darah seperti biasa.

Bila tak segera ditangani, kondisi ini juga dapat mengakibatkan gagal jantung dan kematian.

 


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.