Jantung Berdebar, Apa Penyebabnya?

Jantung Berdebar, Apa Penyebabnya?

Perasaan jantung berdebar adalah kondisi kita “menyadari” bahwa jantung kita sedang berdegup. Padahal, sebenarnya jantung kita memang selalu berdetak, hanya saja kita tidak menyadarinya. Jantung normalnya berdetak dengan kecepatan 60-100 kali permenit. Setiap kali jantung berdenyut untuk memompa darah, ujung jantung  (ictus cordis) akan menyentuh dinding dada kita. Kita dapat merasakannya di pertengahan sela iga kelima, pada sisi kiri dada. Dalam kondisi normal, sentuhan jantung ke dinding dada berlangsung ritmis  dan lembut. Sehingga seringkali kita tidak menyadarinya.

Kesadaran bahwa jantung kita berdegup ini terjadi karena jantung berdetak tidak dalam ritme yang biasanya (aritmia). Baik terlalu cepat, terlalu lambat, atau terlalu kuat. Pada kasus lain, bisa ditemukan perasaan berdebar karena ada denyutan yang seolah “hilang”, dug-dug (jeda) baru kemudian berdetak lagi, dug!

Jika seseorang mengalami hal ini, tentu menimbulkan sedikit kekhawatiran. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini pertanda saya memiliki sakit jantung?

Penyebab jantung berdebar sendiri bermacam-macam, mulai dari hal yang serius, maupun yang tidak.  Secara umum kita dapat membagi nya menjadi dua, berasal dari  kelainan jantung, atau diluar jantung.

Jantung yang terasa berdegup dapat merupakan tanda dari penyakit jantung aritmia. Artimia dapat terjadi karena kondisi berikut ini:

  • Serangan jantung tahap awal
  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit jantung kongestif
  • Gangguan katup jantung
  • Gangguan otot jantung
  • Gangguan sistem listrik jantung

(Baca juga: Mengenal penyakit pembunuh nomer satu di dunia)

Sementara penyebab jantung berdebar yang tidak berhubungan dengan kelainan jantung antara lain:

  • Emosi: rasa cemas, takut, stress, serangan panik
  • Aktivitas fisik yang berat
  • Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, nikotin, alcohol, atau obat terlarang seperti kokain dan ekstasi
  • Kondisi kesehatan seperti sedang demam, penyakit tiroid, kadar gula yang rendah, anemia, tekanan darah rendah dan dehidrasi
  • Perubahan hormonal selama menstruasi, kehamilan, dan menjelang menopause. Jantung berdebar yang terjad saat hamil dapat merupakan tanda dari anemia.
  • Obat baik itu pil diet, dekongestan, inhaler asma, obat antiaaritmia, dan obat hipotiroid, herbal dan suplemen
  • Gangguan elektrolit
  • Beberapa orang melaporkan jantung yang berdebar setelah mengkonsumsi makanan tertentu seperti makanan yang tinggi karbohidrat, gula atau lemak. Selain itu pernah juga dilaporkan perasaan jantung berdebar setelah mengkonsumsi MSG, nitrat, dan sodium. Jika hal ini terjadi pada anda, sebaiknya anda memiliki catatan mengenai makana apa yang kemudian membuat anda berdebar dan mulai menghindarinya. Bisa jadi, keluhan jantung berdebar ini dipicu oleh sensitivitas pada makanan.

Banyak hal dapat memicu jatung yang berdegup tidak teratur. Sensasi jantung berdegup dapat terasa mengganggu dan menakutkan. Kadang hal tersebut bukanlah hal yang serius dan dapat menghilang sendiri. Dalam banyak kesempatan, jatung berdegup berhubungan dengan perasaan stress dan khawatir. Selain itu konsumsi kafein, nikotin atau alcohol juga bisa menyebabkan jantung berdegup.

Namun kapan kita harus waspada?

Anda harus waspada apabila keluhan jantung berdebar ini  mulai mengganggu  serta diikuti oleh keluhan lain seperti  perasaan lemas, sesak nafas, nyeri dada , kehilangan kesadaran (pingsan) pusing, mual, muntah, tangan dan kaki terasa digin.  Jika ditemukan keluhan penyerta ini, anda tidak  boleh menunda untuk segera berkonsultasi ke pusat layanan kesehatan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan secara seksama untuk memastikan penyebab jantung yang berdebar tersebut.  Terutama memastikan apakah kondisi tersebut berbahaya atau tidak. Jika penyebab jantung berdebar telah ditemukan, dokter akan meresepkan  terapi untuk menghilangkan keluhan tersebut. Jika ternyata keluhan jantung berdegup anda tidak berhubungan dengan penyakit tertentu, perubahan gaya hidup seperti manajemen stress dan menghindari faktor pemicu dapat membantu menghindari keluhan jantung berdebar anda.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.