Mengenal Nyeri Dada Angina

Mengenal Nyeri Dada Angina

Nyeri dada adalah salah satu keluhan yang sering menyebabkan seseorang datang berkonsultasi dengan dokter. Sebagian besar pasien yang datang dengan keluhan nyeri dada merasa khawatir bila nyeri dada yang mereka alami disebabkan oleh penyakit jantung. Pertanyaan seperti, “Apakah saya menderita sakit jantung, Dok?” atau “Apakah jantung saya baik-baik saja?” menjadi pertanyaan favorit setelah dokter melakukan pemeriksaan fisik. Mungkin Anda salah satunya?

Penyebab nyeri dada beraneka ragam

Tidak ada yang salah dengan paradigma di atas, Anda memang harus waspada bila mengalami keluhan nyeri dada. Tetapi, perlu Anda ketahui  bahwa di dalam rongga dada terdapat banyak sekali organ yang mungkin menjadi penyebab nyeri dada, bukan jantung semata. Kulit, otot, persendian, tulang (iga, tulang dada), saluran pernapasan (trakhea, bronkhus), paru-paru, selaput paru, esofagus, pembuluh darah (aorta, vena cava), selaput jantung, serta jantung itu sendiri merupakan organ-organ yang dapat menyebabkan timbulnya nyeri dada. Banyak sekali bukan?

Mekanisme terjadinya nyeri dada angina

Nyeri dada yang terkait dengan jantung pun terdapat beberapa jenis. Salah satu yang sering terjadi adalah nyeri dada angina (angina pectoris), atau “angin duduk” dalam bahasa awam. Nyeri dada angina disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan oksigen dari pembuluh darah koroner jantung dan penggunaan oksigen oleh otot-otot jantung. Pasokan oksigen yang menurun dapat diakibatkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, sedangkan bertambahnya penggunaan oksigen dapat terjadi akibat kelelahan fisik maupun psikis. Akibat tidak cukupnya pasokan oksigen dari pembuluh darah koroner ini, maka kontraksi otot-otot jantung pun terganggu. Inilah yang kemudian akan mengirimkan sinyal pada tubuh Anda berupa keluhan nyeri dada. Keadaan ini umumnya terjadi pada penyakit jantung koroner.

Karakteristik nyeri dada angina

Nyeri dada angina memiliki karakteristik khas (tipikal) yaitu:

  • Kualitas : rasa tidak nyaman, sensasi berat seperti ditekan, ditindih, diremas, tercekik
  • Lokasi : di belakang tulang dada dan dapat dijalarkan ke leher, bahu dan lengan (terutama sisi dalam lengan bawah dan tangan). Nyeri juga dapat berasal dari dan dijalarkan ke punggung, area antar tulang belikat, leher, rahang, gigi, dan ulu hati
Lokasi nyeri dada angina dan penjalarannya.

Lokasi nyeri dada angina dan penjalarannya.

  • Durasi :  2 – 5 menit
  • Pencetus : kelelahan fisik (aktivitas fisik berlebih, hubungan seksual), emosi (stres, marah, takut, frustasi), kadang-kadang dapat dicetuskan oleh udara dingin
  • Pereda : istirahat, konsumsi obat (golongan nitrat)
  • Derajat nyeri tidak dipengaruhi oleh batuk, pola pernapasan, dan perubahan posisi tubuh

Namun, perlu diperhatikan bahwa pada kelompok populasi tertentu (wanita, penderita diabetes, dan lansia), angina pectoris seringkali tidak menunjukkan karakteristik khasnya.

Nah, setelah Anda mengenal nyeri dada angina ini, apabila Anda mengalami nyeri dada baik dengan maupun tanpa karakteristik khasnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebabnya.

Salam jantung sehat!

Disusun oleh: dr. Wang Erna


Comments

comments