Mengenal Penyakit Pembunuh Nomer Satu di Dunia

Mengenal  Penyakit Pembunuh Nomer Satu di Dunia

Apakah anda termasuk orang yang penasaran, sebenarnya apa saja penyakit yang telah merenggut banyak nyawa di dunia ini? Yuk, kita simak penjelasan berikut ini!

Berdasarkan data terakhir WHO pada tahun 2012, diketahui terdapat 56 juta kematian pada tahun tersebut. Setengah  kematian (48.6%) terjadi karena sebab yang tidak spesifik, sementara setengahnya lagi diketahui disebabkan oleh sebab berikut ini:

WHO data11

Penyebab kematian utama ternyata disebabkan oleh gangguan pada sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Penyakit kardiovaskuler membunuh 17.5 juta orang di dunia, atau sama dengan 3 dari setiap sepuluh kematian.

Dari daftar tersebut, setidaknya ada 3 gangguan pada jantung dan pembuluh darah, yaitu penyakit jantung iskemik, penyakit jantung hipertensi dan stroke.

Penyakit jantung iskemik akrab juga dikenal dengan istilah jantung koroner adalah penyebab tersering serangan jantung. Hal ini terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner. Pembuluh darah ini bertugas menyuplai oksigen dan nutrisi untuk otot jantung. Jika terjadi sumbatan, otot jantung yang tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi akan mengalami kelelahan hingga berhenti bekerja sama sekali. Nyeri dada angina adalah  salah satu alarm yang menunjukkan adanya masalah ini.

Timbunan plak pada arteri koroner dapat menyebabkan sumbatan hingga serangan jantung. (penyakitjantungkoroner.org)

Timbunan plak pada arteri koroner dapat menyebabkan serangan jantung. (penyakitjantungkoroner.org)

Penyakit jantung lainnya yang paling banyak menyebab kematian adalah penyebab jantung hipertensi. Dalam istilah awam, seringkali penyakit ini dikenal dengan istilah “jantung bengkak”. Kondisi tekanan darah tinggi yang menahun akan menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Akibatnya, otot jantung akan mengalami pembesaran sebagai kompensasi. Jika jantung tidak mampu lagi melakukan usaha kompensasi, akibatnya jantung akan kelelahan dan gagal memompa darah (gagal jantung). Menjaga tekanan darah agar terkontrol merupakan usaha pencegahan utama agar tidak mengalami kondisi seperti ini.

(Baca juga 7 Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi)

Dinding jantung mengalami pelebaran akibat hipertensi yang menahun (carolinahealthcare.org)

Dinding jantung mengalami pelebaran akibat hipertensi yang menahun (carolinahealthcare.org)

Terakhir, gangguan sistem kardiovaskuler yang paling sering menyebabkan kematian adalah stroke. Stroke adalah peristiwa terganggunya aliran darah pada otak, baik karena pembuluh darah yang pecah atau tersumbat. Pecahnya pembuluh darah pada otak  (stroke hemoragik) bisa terjadi karena tekanan darah yang terlalu tinggi atau adanya aneurisma (pelebaran pembuluh darah). Sementara itu, tersumbatnya pembuluh darah pada otak (stroke iskemik) dapat disebabkan oleh adanya thrombus (gumpalan) yang  menghambat aliran darah. Thrombus dapat terbentuk karena adanya tumpukan kolesterol di dalam darah, hambatan aliran karena kadar gula yang tinggi (diabetes mellitus), atau bekuan darah yang terbentuk akibat aliran darah jantung yang tidak lancar, misalnya pada kondisi jantung bergetar (atrial fibrilasi).

Stroke terjadi karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak (react2.com)

Stroke terjadi karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak (react2.com)

(Baca juga: Hati-Hati 6 Penyakit Berbahaya Akibat Hipertensi)

Nah kira-kira langkah apa yang harus dilakukan untuk mencegah gangguan pada sistem kardiovaskuler yang disebutkan diatas? Selain menerapkan gaya hidup sehat dan dan berolahraga, setidaknya ada empat hal yang harus kita perhatikan, antara lain:

  1. Tidak merokok (termasuk menjadi perokok pasif)
  2. Mengontrol tekanan darah
  3. Menjaga kadar kolesterol dalam batas normal
  4. Mengontrol kadar gula darah

(Baca juga: Berapa olahraga minimum untuk hidup sehat dan panjang umur?)


Comments

comments