Nutrisi untuk Jantung Sehat!

Nutrisi untuk Jantung Sehat!

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Perumpamaan ini sangat tepat untuk permasalahan jantung, selain karena jantung merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia, penyakit jantung dan pembuluh darah saat ini menduduki tingkat pertama penyebab kematian baik di dunia maupun di Indonesia.

(Baca juga: Mengenal pembunuh nomer satu di dunia)

Penyakit jantung seringnya terjadi mendadak tanpa adanya keluhan sebelumnya, namun banyak orang tidak mengetahui bahwa sebelum terjadinya serangan ia sudah memiliki faktor resiko untuk terjadinya sakit jantung.

Faktor resiko seperti merokok, kegemukan, kolestrol tinggi, tekanan darah tinggi, kencing manis, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik dan stress dapat meningkatkan kejadian sakit jantung. Oleh karena itu sebaiknya kita mengatur faktor resiko serendah mungkin mencegah penyakit tersebut.

Salah satu pencegahan sakit jantung dapat dilakukan melalui pengaturan makanan. Salah satu jenis diet yang penting dilakukan adalah konsumsi makanan yang kaya serat. Serat diperlukan oleh tubuh untuk memperbaiki kadar lemak darah dan mempertahankan tekanan darah melalui kandungan vitamin dan mineral didalamnya.

Konsumsi makanan seperti kacang-kacangan, bayam, bits, hati sapi, dan asparagus yang banyak mengandung asam folat juga dapat menurunkan faktor resiko penyakit jantung dengan menurunkan kadar homosistein.

(Baca juga: Alpukat, teman jantung sehat)

Kecukupan antikoksidan yang banyak terdapat pada buah dan sayur atau vitamin A, B6, B12, C, E, Zinc, dan Selenium diperlukan untuk mencegah oksidasi kolestrol jahat oleh radikal bebas.

Jumlah makanan yang dikonsumsi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar tidak melebihi kalori yang dibutuhkan untuk menghindari terjadinya kegemukan yang akan meningkatkan resiko penyakit jantung anda.

Selain konsumsi makanan yang disebutkan diatas, berhenti merokok dan konsumsi alkohol adalah hal yang mutlak dilakukan. Konsumsi rokok dan alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, merusak otot jantung dan meningkatkan faktor resiko sumbatan yang dapat mengakibatkan stroke.

Disusun oleh: dr. Vita


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.