Tanya Jawab Seputar Tekanan Darah Rendah

Tanya Jawab Seputar Tekanan Darah Rendah

Apakah saya harus khawatir mengenai tekanan darah rendah?

Untuk mengetahui apakah kita memiliki tekanan darah rendah atau tinggi, kita perlu mengetahui berapakah tekanan darah yang dianggap sehat. Tekanan darah yang optimal adalah kurang dari 120/80 mmHg (tekanan darah sistolik 120 dan tekanan diastolik kurang dari 80). Hingga batas tertentu, tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg, masih dianggap sebagai tekanan darah yang sehat selama tidak ditemukan gejala atau masalah kesehatan  yang mengikuti. Tidak ada angka yang spesifik untuk menyebutkan tekanan darah harian yang dianggap terlalu rendah.

Apabila tekanan darah saya berkisar antara 85/55, apakah berarti saya memiliki masalah kesehatan?

Selama anda tidak mengalami keluhan karena tekanan darah rendah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kebanyakan dokter mempertimbangkan bahwa tekanan darah rendah yang berlangsung lama dianggap berbahaya apabila telah menunjukkan gejala dan tanda seperti berikut ini:

  • Kepala terasa pusing dan seperti melayang
  • Pingsan
  • Dehidrasi dan rasa haus yang tidak biasa

Dehidrasi terkadang bisa menyebabkan tekanan darah turun. Namun, dehidrasi bukanlah secara otomatis sebagai pertanda tekanan darah rendah. Demam, muntah, diare berat penggunaan diuretic dan aktivitas yang berat dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi ringan (kehilangan 1-2% berat tubuh) dapat menyebabkan kelemahan, pusing, dan rasa lelah.

  • Kehilangan konsentrasi
  • Pandangan mata kabur
  • Mual
  • Kulit yang pucat, dingin, dan berkeringat basah
  • Napas dangkal dan cepat
  • Rasa lelah
  • Depresi

Tekanan darah rendah dapat terjadi bersamaan dengan:

  • Bed rest yang berlangsung lama
  • Kehamilan

Selama 24 minggu pertama kehamilan, merupakan hal yang normal untuk mengalami penurunan tekanan darah

  • Penurunan jumlah volume darah

Berkurangnya volume darah juga dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Berkurangnya volume darah dalam jumlah besar karena trauma kecelakaan atau perlukaan, dehidrasi atau perdarahan internal yang berat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan.

  • Konsumsi obat-obatan

Beberapa obat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, misalnya golongan diurertik, obat untuk hipertensi, obat untuk jantung seperti beta blockers, obat untuk Parkinson, antidepresan trisiklik, obat disfungsi ereksi (terutama yang mengandung nitrogliserin), narkotika dan alkohol.

  • Masalah jantung

Beberapa masalah jantung yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah antara lain adalah bardikardi, masalah pada katup jantung, serangan jantung dan gagal jantung. Pada kondisi-kondisi tersebut, jantung tidak dapat memompa darah dan mengisi pembuluh darah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh.

  • Masalah hormon

Beberapa masalah hormonal misalnya hipotiroid, gangguan paratiroid, insufisiensi adrenal (Penyakit Addison), kadar gula darah rendah, dan pada beberapa kasus, diabetes.

  • Infeksi berat (Syok septic)

Syok septik dapat terjadi apabila bakteri meninggalkan tempat infeksi dan masuk ke aliran darah. Bakteri dapat memproduksi toksi yang mempengaruhi pembuluh darah, dan menyebabkan penurunan tekanan darah yang mengancam nyawa.

  • Reaksi alergi anafilaksis

Syok anafilaksis merupakan jenis reaksi alergi yang berbahaya. Hal ini dapat ditandai dengan gangguan pernapasan, gatal-gatal, dan penuruna tekanan darah yang fatal.

  • Neurally mediated hypotension

Penurunan tekanan darah terjadi setelah seseorang berdiri dalam waktu yang lama. Gejala yang muncul antara lain pusing, mual dan pingsan. Kondisi ini utamanya mempengaruhi seseorang pada usia muda dan terjadi karena adanya “miskomunikasi” antara otak dan jantung.

  • Defisiensi nutrisi

Kekurangan zat gizi esensial seperti vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemi yang kemudian dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Bagaimana apabila saya mengalami penurunan tekana darah yang mendadak?

Jika sesekali anda mendapatkan hasil pengukuran tekanan darah yang rendah, hal ini bukan merupakan tanda bahaya selama tidak diikuti oleh gejala penyerta lain yang berarti. Namun begitu, penurunan tekanan darah yang mendadak, meskipun penurunannya hanya 20 mmHg, dapat menyebabkan seseorang merasa pusing dan bahkan pingsan.

Penurunan mendadak tekanan darah bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lain, seperti:

  • Perdarahan yang tidak terkontrol
  • Infeksi berat
  • Reaksi alergi
  • Hipotensi ortostatik

Hal ini terjadi apabila seseorang berdiri dari sebelumnya berada pada posisi duduk atau berbaring. Tekanan darah menurun secara cepat menyebabkan rasa pusing, perasaan melayang, pandangan kabur dan bahkan pingsan. Hal ini dapat disebabkan oleh dehidrasi, bed rest dalam waktu yang lama, diabetes, masalah jantung dan serangan panas yang menyengat. Obat-obatan seperti diuretik, beta blocker, calcium channerl blocker, ACE inhibitor, antipsikotik, antidepresan dan obat-obatan untuk Parkinson dapat menyebabkan hal ini. Untuk beberapa kasus, duduk dalam waktu yang lama dengan kaki disilangkan atau sambil berjongkok juga dapat menyebabkan hal ini terjadi.

Kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan?

Jika anda merasakan pusing atau terasa melayang, merupakan hal yang bijak untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Jika anda mengalami dehidrasi atau memiliki gula darah yang rendah, atau baru saja menghabiskan banyak waktu dibawah sengatan matahari, hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah seberapa cepat tekanan darah mengalami penurunan, dibandingkan seberapa rendah tekanan darah yang dialami.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.