8 Kebiasaan Buruk Orangtua yang Membahayakan Anak

8 Kebiasaan Buruk Orangtua yang Membahayakan Anak

Sehatmagz – Ada sejumlah kebiasaan yang sering para orangtua lakukan, yang ternyata berdampak tak baik bagi kesehatan anak. Apa saja? Ini dia!

  1. Memberi makanan padat terlalu cepat

Kebiasaan memberikan makanan padat terlalu cepat bagi bayi berusia di bawah 6 bulan merupakan kebiasaan yang sudah lama ada dan tersebar di mana-mana.

Seringkali hal ini malah sudah diturunkan dari generasi ke generasi. Ada yang beralasan supaya bayi cepat besar atau biar cepat kenyang.

Kenyataannya, bayi belum memiliki saluran cerna yang mampu mencerna makanan padat sebelum berusia 4 bulan.

Jarang ada kejadian, bayi mengalami diare atau sembelit setelah diberikan makanan padat terlalu dini. Dalam kasus yang ekstrem, bahkan pernah terjadi bayi mengalami sumbatan pada usus dan harus dioperasi sebagai akibatnya.

Selain itu, pemberian makanan padat yang terlalu dini juga berisiko menyebabkan anak mengalami obesitas di kemudian hari.

  1. Menyuapkan makanan secara paksa saat anak tidak mau makan

Tindakan ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Pemberian makanan atau minuman secara paksa, atau ketika anak sedang menangis dan berontak, memiliki risiko terjadinya aspirasi (masuknya) makanan/ minuman ke saluran napas atau tersedak. Kedua hal ini dapat berakibat fatal bagi anak, apalagi bila masih bayi.

  1. Mengunyah dan meniup-niup makanan sebelum disuapkan kepada anak

Ada beberapa orangtua yang punya kebiasaan mengunyang makanan sebelum diberikan kepada bayinya. Tujuannya, agar lebih mudah ditelan oleh sang bayi atau anak.

Makanan yang akan diberikan ini dimasukkan ke dalam mulut orangtua, dikunyah sampai lumat, lalu dikeluarkan lagi dari mulut dan diberikan pada bayi/ anak.

Dari sisi kebersihan, hal ini tidak dapat dibernarkan. Bagaimanapun rongga mulut seseorang mengandung berbagai kuman, yang bila diberikan pada bayi justru dapat menyebarkan penyakit.

Selain itu, ada pula yang bila akan menyuapkan makanan pada anak, makanannya ditiup-tiup dahulu. Padahal dengan meniup-niup makanan, berbagai kuman yang ada di rongga mulut dapat terlontar pula ke makanan tersebut.

  1. Membuat sufor dengan air hangat dari dispenser

Tak jarang orangtua melarutkan susu formula menggunakan air hangat dari dispenser. Dengan asumsi, air hangat sudah cukup untuk melarutkan susu secara merata, maka tidak usah sampai mendidih.

Sebenarnya membuat sufor yang benar adalah dengan menyediakan air panas yang dimasak sampai mendidih, lalau diamkan beberapa saat sekitar 15-20 menit sampai suhu turun. Setelah itu, masukkan air panas tersebut ke dalam botol susu, lalu masukkan bubuk sufor sesuai takaran, dan aduk/ kocok perlahan sampai merata.

Mengapa air dari dispenser menjadi masalah? Air panas yang dihasilkan dari dispenser sering kali tidak mencapai suhu di atas 700 C.

Bubuk sufor sesungguhnya tidaklah steril. Bila dilarutkan dengan air bersuhu di bawah 700C, maka masih ada kemungkinan terdapat bakteri dalam bubuk sufor yang tidak mati.

  1. Memberikan madu pada bayi di bawah 1 tahun

Madu memang diketahui memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan. Karenanya, tak jarang ada orangtua yang memberikan madu pada bayinya dengan maksud agar semakin sehat.

Namun, sesungguhnya pemberian madu bagi bayi berusia di bawah 1 tahun tidak dianjurkan. Ini karena memiliki risiko masuknya sora dari kuman Clostridium botulinum dan dapat barakibat gangguan saraf yang berat.

Pada usia di bawah 1 tahun, saluran cerna belum sempurna sehingga tidak dapat “menahan” dampak spora ini.

  1. Sakit flu namun tetap mencium-cium anak

Sakit flu bisa menyerang siapa saja. Masalahnya, bila orangtua yang terkena, kadang dapat menjadi sumber penularan pada bayi/ anak. Bagi sebagaian besar orang dewasa, sakit flu ringan dengan gejala batuk pilek sering kali tidak memberikan dampak berarti bagi aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, orangtua tentu ingin sekali selalu berdekatan dan menciumi anaknya yang lucu dan menggemaskan. Padahal, hal ini termasuk kebiasaan orangtua yang berisiko pada anak.

Bila kebiasaan menciumi anak ini tidak dibatasi ketika sedang flu, tak jarang justru menyebabkan anak tertular. Penularan penyakit flu sendiri adalah melalui percikan ludah/ bersin yang terhirup oleh orang lain.

Salah satu cara mengatasinya sebenarnya tidak sulit, yaitu selama sakit dan berdekatan dengan anak, selalu menggunakan masker untuk menutup mulut dan hidung, agar tidak menjadi sumber penularan bagi si kecil.

  1. Orangtua perokok menggendong dan mencium si kecil

Tidak sedikit ayah yang merokok. Masalahnya, tak jarang para ayah ini setelah pulang bekerja dan masih bau rokok, segera mencium sang buah hati.

Alhasil, udara napas yang dikeluarkan masih mengandung zat dari asap rokok.

Meski tidak merokok di depan anak, dampaknya tetap ada. Kalau masih tercium bau rokok dai napas atau dari pakaian, sudah cukup membuat bayi/ anak mengalami reaksi hipersentif terhadap bau tersebut.

Hasilnya, tak jarang didapatkan kasus anak sering batuk-batuk ketika berdekatan dengan ayahnya yang perokok.

  1. Malas cuci tangan sebelum menyiapkan dan memberikan makan

Menyiapkan makanan bagi anak memang terkadang merepotkan. Tak jarang para ibu lupa atau malah malas mencuci tangan hingga bersih sebelum memberi makan anaknya, seperti dikutip dari health.kompas.com.

Ketika tangan ibu yang tidak berish ikut memegang makanan atau alat makannya, kuman yang ada di tangan dapat pula berpindah ke tubuh anak dam menjadikannya sakit.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.