BANTU PERKEMBANGAN OTAK ANAK SINDROMA DOWN DENGAN STEM CELL

BANTU PERKEMBANGAN OTAK ANAK SINDROMA DOWN DENGAN STEM CELL

Overview

Hati orang tua siapa yang tidak akan sedih melihat anak yang dilahirkannya menderita Sindroma Down.  Seperti jatuh tertimpa tangga pula. Kekurangan pada anak ini seringkali menimbulkan tidak hanya masalah fisik anak semata, namun juga masalah psikologis pada orang-orang di sekelilingnya. Namun sekarang, di Indonesia, telah mulai dikembangkan berbagai metode untuk membantu pertumbuhan otak anak dengan Sindroma Down, salah satunya dengan metode Stem Cell.

boy-with-down-syndrome

Sindroma Down merupakan kelainan kromosom yang merupakan bawaan sejak lahir dan  paling sering dijumpai pada manusia. Sebanyak  1 anak dari 700 kelahiran hidup memiliki kemungkinan menderita Sindroma Down. Secara klinis, anak SD tampak memiliki karakteristik khas yang dapat terdeteksi sejak lahir, mulai bentuk muka yang khas (dismorfologi), gangguan pertumbuhan, retardasi mental, gangguan bahasa, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan neurologis, gangguan endokrin, gangguan jantung, dan gangguan  imunologis. Hal inilah yang menyebabkan anak Sindroma Down memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi.

Stem cell adalah sel yang mampu memperbanyak diri dalam waktu yang lama dan dapat berkembang menjadi berbagai sel khusus / spesifik yang membentuk jaringan. Stem cell untuk penggunaan klinis (transplantasi) dapat diproduksi dari janin hewan apapun, dari manusia sampai ikan. Tentu saja penggunaanya paling baik dari manusia, terutama individu tersebut sendiri, misalnya yang berasal dari tali pusat setelah lahir.

Stem Cell

Stem Cell

Karena karakteristiknya yang mampu berkembang menjadi sel spesifik yang membentuk jaringan inilah, transplantasi stem cell dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan otak pada anak Sindroma Down. Sebelum metode anak diperiksa terlebih dahulu, dari volume masing-masing bagian otak dan kemampuan anak secara umum. Selanjutnya, dilakukan pendataan stem cell bagian otak mana yang akan dikembangkan. Anak kemudian disuntikkan stem cell sesuai bagian otak yang diperlukan. Penyuntikan stem cell ini tidak efektif bila hanya dilakukan sekali. Setidaknya butuh sebanyak 5 kali agar perkembangan otak maksimal.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. dr. Asri Purwanti, Sp.A (K) dari Universitas Diponegoro Semarang menyebutkan terdapat perkembangan pada otak anak dengan Sindroma Down setelah diberikan terapi stem cell. Perkembangan ini dilihat tidak saja dari volume otak sebelum dan setelah transplantasi stem cell, namun juga dari IQ, kemampuan motorik, serta kemampuan berbahasa anak.

Hasil yang didapat masing-masing anak dapat saja menjadi berbeda. Hal ini tergantung pada usia anak saat pertama kali mendapat transplantasi stem cell, juga stimulasi yang diberikan orang tua. Semakin muda usia anak yang mendapat transplantasi stem cell, kemungkinan makin baik pula perkembangan yang didapatkan. Stimulasi aktif orang tua dalam melatih kemampuan motorik, bahasa, serta social anak juga turut mempengaruhi.

Namun sayangnya, metode ini masih sangat terbatas dalam pengembangannya. Hanya sedikit pusat kesehatan yang mampu melakukan tindakan ini. Metode ini juga masih relatif mahal, karena stem cell yang ditransplantasikan masih diimpor dari luar negeri. Belum banyaknya bank stem cell tali pusat menjadi salah satu penyebabnya.

Dengan melihat hasil yang didapatkan, metode ini sangat layak untuk dikembangkan demi membantu peningkatan kualitas hidup pada anak-anak dengan Sindroma Down. Bagaimana, Anda tertarik mencobanya?


Categories: Kesehatan Anak

Comments

comments