Bayi Kuning, Perlukah Orangtua Khawatir?

Bayi Kuning, Perlukah Orangtua Khawatir?

Penyakit kuning pada bayi seringkali membuat para orang tua khawatir. Sebenarnya apa yang terjadi pada bayi kuning? Dan bagaimana menangani bayi kuning?

Jaundice merupakan warna kekuningan pada kulit dan lapisan mukosa, yang sering dialami pada bayi baru lahir. Warna kuning ini terjadi akibat penumpukan zat kimia yang disebut bilirubin.

Bilirubin sendiri merupakan produk akhir dari penghancuran sel darah merah. Sel darah merah memiliki jangka waktu hidup, rata-rata selama 120 hari. Setelah masa hidupnya habis,  sel darah merah itu akan dihancurkan di hati. Dari hasil pengahncuran ini akaan terbentuk bilirubin. Selanjutnya bilirubin akan diproses lebih lanjut dan kemudian dibuang sebagai  cairan empedu. Pada bayi baru lahir yang fungsi hatinya belum cukup matang, proses pembuangan bilirubin akan mengalami hambatan, sehingga akan terjadi penumpukan di dalam darah.

Jaundice biasanya pertama kali muncul dibagian putih (conjungtiva) mata, lalu kemudian diwajah, dan turun ke bagian dada, perut, lengan dan kaki. Jaundice yang paling sering terjadi dapat dikarenakan:

Jaundice Fisiologis

Dapat muncul pada usia bayi 2 – 3 hari, dan menghilang dengan sendirinya  setelah usia 2 minggu

Breastfeeding Jaundice

Hal ini dapat terjadi pada minggu pertama sejak bayi lahir dikarenakan tidak memperoleh cukup asi, sehingga gerakan usus tidak terpacu dan frekuensi buang air besar berkurang akhirnya biliburin banyak tidak keluar. Sebaiknya susui bayi minimal 8 – 12 kali per hari khususnya dalam beberapa hari pertama. Nilai kecukupan asupan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini: artikel Tanda Kecukupan ASI dan Keberhasilan Menyusu

Breastmilk Jaundice

Terjadi pada minggu pertama atau awal minggu kedua setelah lahir. Dikarenakan suatu zat daam ASI menghambat pengolahan bilirubin oleh hati. Biasanya akan menghilang saat usia 3 – 10 minggu dan tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan ASI.

Sebagian besar jaundice tidak berbahaya, namun bisa juga jaundice muncul tidak normal (< 24 jam) dan kadar bilirubin yang sangat tinggi, ini dapat disebabkan oleh infeksi berat sehingga penghancuran sel darah merah menjadi berlebihan. Dapat juga terjadi karena ketidakcocokan golongan darah ibu – bayi, atau akibat kekurangan enzim G6PD.

 

Lalu bagaimana menangani jaundice? Untuk jaundice fisiologis tidak memerlukan penanganan khusus, berilah ASI sesering mungkin untuk membantu bayi mengeluarkan bilirubin dari buang air besarnya. Terapi sinar dan transfusi tukar diperlukan jika kadar bilirubin (seperti tabel dibawah)

Panduan Untuk Penanganan Hiperbilirubinemia Pada Neonatus Cukup Bulan Sehat

penanganan bayi kuning

 

 


Categories: Kesehatan Anak

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.