Begini Cara Membuat Susu Formula yang Baik

Begini Cara Membuat Susu Formula yang Baik

Untuk bayi, Air Susu Ibu (ASI) tetap merupakan nutrisi yang paling baik. Meskipun saat ini telah banyak beredar susu formula yang difortifikasi dengan banyak nutrisi, peran air susu ibu dalam memberikan nutrisi masih belum tergantikan. Banyak penelitian menyebutkan, zat kekebalan tubuh yang terkandung dalam ASI terbukti memberikan hasil yang  lebih baik.

Namun, beberapa ibu tidak dapat memberikan ASI kepada bayinya karena bayi terkena kelainan tertentu. Alhasil, susu pengganti seperti susu UHT dan susu formula menjadi pilihan. Pembuatan susu formula tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Banyak hal yang harus diperhatikan, termasuk kebersihan saat pembuatan. Bagaimana membuat susu formula dengan baik?

Berikut langkah-langkah yang tertuang dalam 12 langkah menurut WHO dan FAO (2006) sebagai berikut:

  1. Bersihkan alas tempat membuat susu hingga bersih
  2. Cucilah tangan dengan air yang mengalir dan sabun, lalu keringkan dengan handuk bersih
  3. Panaskan air hingga suhunya mencapai 1000C. Apabila menggunakan kettel otomatis, tunggu hingga kettel mati dengan sendirinya. Apabila menggunakan panci, pastikan air dimasak sampai mendidih
  4. Bacalah dengan seksama ukuran pembuatan susu pada  kaleng susu formula.
  5. Setelah air mendidih, tuangkan air pada botol susu yang telah dicuci bersih dan disterilkan. Tunggu kurang lebih 15 menit agar suhu air mencapai lebih dari 700C sebelum memasukkan susu. Suhu harus diturunkan agar protein dalam susu tidak rusak. Namun jangan sampai di bawah 700C agar bakteri Enterobacter sakazakii dapat mati.
  6. Masukkan susu sesuai dengan takaran.
  7. Tutup botol susu, lalu kocok perlahan agar susu dan air tercampur dengan baik.
  8. Turunkan suhu susu sebelum diberikan ke bayi dengan cara melewatkan botol pada air yang mengalir melalui kran. Suhu juga dapat diturunkan dengan merendam botol dalam air baskom.
  9. Keringkan bagian luar botol.
  10. Teteskan pada punggung tangan untuk mengecek suhunya kembali sebelum diberikan pada bayi
  11. Beri minum bayi.
  12. Buang susu apabila tidak terminum hingga kurun waktu 2 jam.

Selain itu, masih terdapat beberapa langkah tambahan yang dapat dilakukan untuk menambah keamanan penggunaan susu formula, yaitu:

  1.   Tidak menggunakan produk susu bubuk yang kemasannya telah terbuka cukup lama, atau dalam kemasan yang sudah tidak baik atau bocor.
  2.  Menyimpan susu bubuk yang telah terbuka kemasannya dalam lemari pendingin bersuhu dibawah 5°C untuk mencegah pertumbuhan mikroba, termasuk E. sakazakii.
  3. Waspada terhadap gejala demam dan diare yang merupakan indikasi infeksi, apapun mikroorganismenya, bukan hanya E. sakazakii.

Categories: Kesehatan Anak
Tags: susu formula

Comments

comments