Bila Si Kecil Tidak Berhenti Mengunyah

Bila Si Kecil Tidak Berhenti Mengunyah

Siapa yang tidak gemas melihat seorang anak yang berpostur gemuk. Pipi gembul dan badan yang tambun selalu menarik untuk dilihat. Tak sedikit pula orang tua yang merasa bangga bila memiliki anak yang gemuk. Mereka tidak mengkhawatirkan kondisi anak karena berpikir bahwa saat pertumbuhan badan anak dapat mengecil dengan sendirinya. Padahal, obesitas pada anak dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan, seperti masalah kardiovaskuler, alergi, dan pencernaan.

Anak usia 3 tahun memiliki ketertarikan untuk mengenal berbagai macam makanan. Kebiasaan baru untuk mengkonsumsi makanan yang bervariasi pun muncul. Hal ini tentunya baik agar anak dapat mendapatkan gizi dalam jenis yang beranekaragam. Namun, apabila kebiasaan ini menyebabkan si kecil menjadi tidak dapat berhenti mengunyah, orang tua harus waspada. Salah-salah, obesitas pada anak yang didapatkan.

Lalu, apa yang dapat dilakukan orang tua agar anak dapat mengatur pola makannya? Di bawah ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak yang tidak berhenti mengunyah:

  • Makan pada waktunya
    Anak sedari kecil harus diajari untuk makan pada waktunya. Tidak hanya berupa keteraturan dalam hal makan besar, namun termasuk kapan anak dapat menikmati kudapannya. Jangan memberikan kudapan semau anak, berikan sesuai dengan jam yang telah disepakati bersama.
  • Ajarkan konsep kenyang
    Ajarkan pada anak konsep kenyang, dengan memberikan pertanyaan, misalnya: “Apa perut kamu sudah penuh?”. Ajarkan untuk menghentikan makan ketika sudah kenyang dan tidak makan kudapan yang lain.
  • Kunyah dengan benar
    Jelaskan pada anak untuk dapat mengunyah dengan benar. Kunyahan makanan harus hingga lembut. Anak tidak diijinkan makan dengan terburu-buru, karena akan menimbulkan efek cepat kenyang, tapi cepat lapar juga. Jumlah kunyahan yang tepat dapat menimbulkan efek anak kenyang lebih lama dan dapat menikmati makanan dengan baik.
  • Sediakan hanya makanan sehat
    Sediakan makanan yang sehat saja, seperti sayur dan potongan buah-buahan. Makanan sehat ini tidak mengandung rasa yang terlalu manis atau terlalu gurih, sehingga tidak membuat anak kecanduan.
  • Jauhkan makanan tak sehat dari jangkauan
    Simpanlah makanan dan cemilan dari jangkauan anak, misalnya toples di atas meja. Pindahkan makanan tersebut di tempat yang tidak tampak oleh anak. Ajarkan anak untuk dapat mengkonsumsi makanan tersebut secukupnya. Dapat pula memberikan janji apabila ia telah melakukan sesuatu, misal anak boleh mengemil setelah merapikan kembali mainannya, dan berikan dalam jumlah secukupnya saja.
  • Alihkan ke aktivitas lain dan ajaklah berolahraga
    Alihkan perhatian anak dari makanan dengan mengajaknya melakukan aktivitas yang dia sukai, seperti bernyanyi, bermain bersama teman, jalan-jalan, atau mengobrol. Ajarkan anak untuk mengenal olahraga sedini mungkin. Olahraga yang dapat diterapkan pada anak disesuaikan dengan kemampuan motorik yang telah dicapai. Pada usia 3 tahun, ajarkan olahraga seperti berenang, bermain bola, berlari, melakukan gerakan push up dan sit up, atau senam sederhana. Libatkan anak dalam kegiatan olahraga minimal 3 hari dalam seminggu selama minimal 60 menit tiap sesinya. Ciptakan suasana menyenangkan tiap kali berolahraga agar anak tertarik mengikuti.
  • Berikan contoh yang benar
    Anak kecil memiliki sifat selalu ingin meniru yang dilakukan orang tuanya. Berikan contoh pada anak untuk dapat mengontrol nafsu makannya dengan menjadi role model yang baik.

 


Categories: Kesehatan Anak

Comments

comments