Boleh Tidur Bersama Bayi, Asal Penuhi Standar Keamanan ini

Boleh Tidur Bersama Bayi, Asal Penuhi Standar Keamanan ini

Pada masa awal mulai memiliki bayi, salah satu hal yang menjadi beban pikiran orang tua baru adalah apakah sebaiknya bayi tidur di kasur sendiri atau bergabung dengan orang tua. Tidur bersama atau co-sleeping sering dianggap lebih menguntungkan karena ibu tidak perlu harus sering terbangun untuk memberikan ASI. Selain itu, bayi juga merasa lebih nyaman berada dekat orang tua karena telah terbiasa menjadi bagian  ibu selama 9 bulan.

Namun begitu, tidur bersama bayi memang menimbulkan kontroversi. Salah satu alasan kontra yang kuat adalah risiko kematian bayi mendadak atau yang kita kenal dengan istilah Sudden Infant Death Syndromes (SIDS).

Risiko SIDS dapat terjadi baik karena peristiwa tertindihnya bayi oleh tubuh ibu atau ayah ataupun tanpa alasan yang jelas.

American AAP merekomendasikan agar orang tua tidur bersama bayi dalam satu ruangan dan tidak berbagi tempat tidur. Langkah ini bisa memotong risiko SIDS hingga 50%.

Pun begitu, tidur bersama masih dibolehkan selama orang tua memenuhi standar keselamatan yang direkomendasikan oleh para ahli.

James J. McKena, Profesor Antropologi Biologi adalah salah satu ahli tentang kebiasaan tidur bayi yang sering memberikan saran dan komentarnya mengenai hal ini. Apa saja poin penting yang ditekankan oleh beliau?

Orang tua haruslah:

  • Kedua orang tua, baik ibu dan ayah telah menyepakati bersama tentang keputusan untuk tidur berbagi ranjang bersama bayi dan siap berbagi tanggung jawab atas keputusan ini
  • Memiliki informasi yang cukup dan memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan prinsip tidur bersama bayi yang aman
  • Jangan tidur bersama bayi jika anda saat ini merokok, atau anda merokok pada saat hamil. Diketahui hal ini meningkatkan faktor risiko SIDS
  • Menghindari tidur di satu kasur jika memiliki potensi untuk tidur terlalu dalam atau sulit dibangunkan. Baik itu karena terlalu lelah, atau sehabis mengkonsumsi obat-obatan dengan efek sedatif, atau baru saja mengkonsumsi alkohol. Jangan tidur bersama bayi bila merasa sangat lelah dan tidur terlalu dalam
  • Jangan tidur bersama bayi jika memiliki tubuh yang obese dan menghambat orang tua untuk memperkirakan jarak antara tubuh orang tua dengan bayi
  • Ibu mengikat rambut yang panjang dengan baik agar tidak sampai menjerat bayi. Hal ini sebaiknya jangan disepelekan karena pernah terjadi.
  • Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah mengenai kesiapan psikologis orangtua. Orangtua perlu mengenali apakah diri mereka memiliki kecemasan bahwa dengan berbagi ranjang bayi mendapatkan ancaman mengalami SIDS. Perlu diingat bahwa, meskipun tanpa risiko SIDS dapat terjadi. Orang tua perlu meyakinkan bahwa diri mereka tidak merasa bersalah jika hal ini terjadi.

Bayi haruslah:

  • Bayi dalam keadaan sehat. Sebaiknya bayi merupakan bayi yang cukup bulan saat dilahirkan. Selain itu, parameter lainnya adalah bayi tidak terpapar oleh asap rokok pada saat kehamilan.
  • Sebaiknya tidak membedong bayi pada saat tidur bersama. Bayi bisa merasa kepanasan dan membedong bayi juga bisa menghalangi bayi untuk menggunakan tangan dan kakinya menginformasikan orang tua yang tidur terlalu dekat dengan bayi
  • Bayi biasanya berada dalam kondisi teraman ketika tidur disamping ibu yang menyusuinya
  • Bayi yang disusui langsung lebih kecil risiko mengalami SIDS karena penyebab sekunder berupa kelainan bawaan maupun penyakit infeksi.
  • Bayi harus tidur dalam keadaan terlentang, di alas yang datar dan kaku, alas yang bersih, tanpa adanya asap, dengan diselimuti dengan nyaman dan kepala dalam keadaan tidak ditutupi.

Lingkungan tidur:

  • Tidak ada saudara yang tidur bersama bayi yang berusia kurang dari satu tahun
  • Kasur yang digunakan bersifat firm atau agak kaku. Bukan kasur yang terlalu lembut, seperti kasur air atau kasur yang terbuat dari isian bulu binatang
  • Kasur tidak boleh dipenuhi oleh hewan peliharaan atau bantal disekitar bayi. Bayi juga tidak diperkenankan untuk tidur diatas bantal
  • Bayi juga tidak boleh tidur diatas sofa bersama orang dewasa karena mungkin jatuh terselip ke bagian dasar sofa, atau jatuh dengan bagian wajah menghadap ke bawah terlebih dahulu.

Categories: Kesehatan Anak

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.