Demam dan Ruam Merah pada Kulit Anak

roseolarubellaeksantemRuam merah yang timbul pada kulit anak seringkali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Ruam dapat disertai dengan demam atau tidak. Ruam yang tidak disertai dengan demam paling sering disebabkan oleh biang keringat atau miliaria. Bahasan mengenai miliaria dapat dibaca disini. Sedangkan ruam yang disertai demam lazim disebut dengan penyakit eksantem. Terdapat tiga jenis penyakit eksantem yang paling sering ditemui pada masyarakat, yaitu campak, rubella, dan  eksantema subitum. Ketiga jenis penyakit ini memiliki gejala yang hampir mirip.

Campak

Bagaimana mengenali penyakit campak? Campak pada ditandai dengan demam yang makin lama makin tinggi, pada saat demam sedang tinggi tingginya, bercak merah kemudian muncul. Bercak merah muncul dari garis perbatasan rambut dan kulit, belakang telinga kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Demam perlahan akan turun, diikuti oleh ruam yang menghitam. Gejala lain yang sering ditemukan adalah  infeksi pernapasan atas  (batuk dan pilek), sariawan, dan  mata merah (konjungtivitis). Pada beberapa kasus juga dapat disertai dengan  radang paru, diare dan infeksi pada telinga. Gambaran khas dari campak lainnya adalah ditemukannya bercak koplik, yaitu bercak berwarna putih  seperti sariawan pada mukosa pipi bagian dalam, biasanya didepan gigi geraham dua.

Eksantema Subitum

Eksantema Subitum dikenal juga dengan nama roseola infantum, penamaan ini disebabkan karena jenis penyakit ini paling sering ditemukan pada anak usia 6 bulan – 3 tahun. Gejala yang terjadi pada eksantema subitum mirip dengan gejala campak, bedanya terletak pada urut-urutan munculnya gejala. Jika pada campak demam diawali dengan demam yang tidak terlalu tinggi dan kemudian naik terus secara perlahan-lahan, pada eksantema subitum  demam langsung diawali oleh demam tinggi mendadak. Demam akan terus berlangsung selama beberapa hari dan suhu tubuh dapat mencapai 40o C. Ruam  baru muncul setelah demam turun, dan merupakan pertanda bahwa anak sudah memasuki fase penyembuhan. Ruam ini akan muncul pada batang tubuh terlebih dahulu (leher, dada dan punggung) baru kemudian menyebar ke wajah, tangan dan kaki.

Rubella atau Campak Jerman

Rubella lazim dikenal dengan istilah demam tiga hari. Berbeda dengan dua jenis penyakit sebelumnya, demam yang terjadi biasanya bersifat subfebrile atau tidak terlalu tinggi. Ruam biasanya berlangsung hanya 3 hari dan sudah mulai muncul sejak awal perjalanan penyakit. Ruam pada rubella muncul pada wajah terlebih dahulu, baru kemudian menyebar ke batang tubuh, tangan dan kaki. Rubella biasanya disertai dengan pembesaran kelenjar getah bening pada belakang telinga atau leher, nyeri kepala dan nyeri tenggorokan.

Ketiga penyakit tersebut diatas biasanya bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri (self limiting disease). Namun, 1 dari 20 anak yang terkena campak dapat mengalami peradangan pada paru yang ditandai nafas cepat (>50x/semenit) dan anak terlihat sesak. Kondisi ini merupakan kondisi yang serius dan perlu mendapatkan perhatian segera.  Anak sebaiknya berada dalam pengawasan dokter guna mencegah timbulnya komplikasi. Orang tua sebaiknya segera memeriksakan anak apabila setelah tiga hari demam tidak mengalami perbaikan, dan ditemukan adanya gejala lain yang  mengalami perburukan. Pemeriksaan juga diperlukan untuk menyingkirkan penyakit lain yang menunjukkan gejala berupa ruam pada tubuh, misalnya Demam Berdarah, Demam Skarlatina, dan juga Sindrom Kawasaki.


Categories: Kesehatan Anak

Comments

comments