Jika Bayi Berhenti Bernapas Saat Tidur

Jika Bayi Berhenti Bernapas Saat Tidur

Memandang bayi yang sedang tidur bisa jadi hiburan bagi banyak orang. Ekspresinya yang lucu dan imut bisa membuat hati damai atau justru gemas. Akan tetapi, bayi yang tidur kadang bisa jadi mengkhawatirkan. Salah satunya jika bayi berhenti bernapas saat tidur. Sangat mungkin orang tua dibuat panik karenanya.

Jika diperhatikan, sebenarnya bayi bernapas tidak teratur selama tidur. Ritme napas bayi dapat berubah-ubah dari cepat, lambat hingga berhenti sejenak hingga 15 detik saat tidur. Hal ini tidak selalu merupakan masalah serius. Kebiasaan ini disebut “periodic breathing” (pernapasan periodik).

Jika Bayi Berhenti Bernapas Saat Tidur (sleep paralysis info)

Jika Bayi Berhenti Bernapas Saat Tidur (sleep paralysis info)

Kebiasaan bayi untuk berubah dari napas cepat, lambat, hingga berhenti sejenak saat tidur ini bisa bertahan sampai bayi berusia 6 bulan. Apabila bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan dan masih bernapas seperti ini, sebaiknya orang tua berkonsultasi pada dokter. Profesor Ilmu Kesehatan Anak di Emory University, Gary Freed, mengatakan bahwa bayi dapat mengalami “periodic breathing” 5%-10% dari waktu tidurnya. Bahkan, disebutkan juga bahwa tangan dan kaki bayi bisa jadi tampak kebiruan di saat-saat tertentu saat tidurnya. Yang pasti jangan sampai tubuh bayi yang membiru adalah area dahi, lidah, kuku, sekitar bibir, dan badan. Jika hal tersebut terjadi, bisa jadi bayi sedang kekurangan oksigen dan dia membutuhkan pertolongan medis secepatnya.

Yang bisa dilakukan saat kita yakin bayi sedang kesulitan bernapas adalah dengan memperbaiki posisi tidurnya menjadi berbaring dengan punggung sepenuhnya di bawah.


Categories: Kesehatan Anak
Tags: bayi, napas, tidur

Comments

comments