Mencegah Ruam Akibat Popok

Mencegah Ruam Akibat Popok

Diaper rash, nappy rash atau ruam popok merupakan berbagai istilah yang pada peradangan kulit yang muncul di area popok yang biasanya disebabkan langsung atau tidak langsung oleh penggunaan popok. Baik karena popok sekali pakai maupun popok kain.

Ruam popok dapat muncul akibat bahan iritan, kelembaban, gesekan dan munculnya kuman pada daerah tersebut. Seperti kita ketahui penggunaan popok akan meningkatkan kelembaban kulit terutama bila terlambat untuk diganti. Peningkatan kelembaban ini bila terjadi terus menerus akan menyebabkan perlukaan pada kulit. Perlukaan ini juga dapat diperberat dengan gesekan terhadap bahan iritan (seperti pada popok sekali pakai).

 

ruam popok

Ruam popok pada bayi akan muncul sebagai lesi kemerahan.

 

Lalu apa yang harus dilakukan ibu untuk mengatasi ruam popok? Langkah pertama yang dilakukan cobalah mengganti popok sekali pakai lebih sering, pada bayi yang mengunakan popok kain jangan menunda untuk mengganti popok saat popok basah. Gunakan air bersih untuk membersihkan daerah popok, sehabis membersihkan tunggulah sampai kulit benar-benar kering sebelum menggunakan popok yang baru. Jika muncul ruam, gunakan cream yang mengandung zinc untuk mengatasi ruam popok.

diaper cream

Krim ruam sebaiknya diberikan dalam kondisi kulit pantat kering.

 

Tips mencegah ruam popok:

  • Gunakan cream yang berfungsi sebagai pelindung sebelum menggunakan popok, tunggulah sampai cream meresap dikulit sebelum menggunakan popok yang baru.
  • Segera ganti popok yang basah atau jika popok sekali pakai sudah terasa berat dan menggelembung.
  • Jangan langsung menggunakan popok pada kulit yang masih basah.
  • Bila memungkinkan hindari popok sekali pakai sepanjang hari, berikan kesempatan area popok untuk bernafas.
  • Hindari penggunaan bedak di area popok.
  • Segera lakukan toilet training bila umur anak sudah mencukupi.

Disusun oleh: dr. Vita


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.