Mengenal Berbagai Macam Termometer

Demam meruapakan masalah kesehatan yang sering ditemui pada bayi dan balita. Sehingga tidak aneh jika ibu selalu menyediakan termometer di rumah.  Tersedianya termometer dirumah akan sangat membantu keputusan yang diambil ketika anak sakit. Pengukuran suhu yang dilakukan secara berkala  dirumah juga akan membantu dokter mengenali pola demam anak. Misalnya, apakah anak mengalami demam yang naik turun, demam yang terus menerus, atau demam yang turun namun tidak sampai normal.

Di pasaran saat ini tersedia berbagai  macam termometer. Mari kita kenali kelebihan, kekurangan, dan cara penggunaannya.

1) Termometer Air Raksa

thermometer air raksaPrinsip pengukuran suhu pada alat ini adalah pemuaian raksa yang terjadi akibat panas yang dihasilkan oleh tubuh. Termometer ini harganya murah, berkisar antara Rp. 8000 – Rp 12.000. Ibu sebaiknya minimal memiliki termometer ini di rumah. Sayangnya, termometer ini mudah pecah,  dan menyebabkan air raksa  bocor.  Oleh karena itu, pengukuran suhu menggunakan alat ini pada mulut tidak dianjurkan.  Pengukuran sebaiknya dilakukan pada anus atau ketiak.  Setelah di pasang, tunggu  3-5 menit untuk membaca hasilnya. Pengukuran yang relatif lama dan jenisnya yang mudah pecah menyebabkan termometer ini sudah mulai ditinggalkan.

2) Termometer Digitaltermometer digital

Jenis termometer ini merupakan jenis yang paling sering digunakan, karena lebih praktis. Harganya termometer digital juga masih terjangkau, berkisar 20-45 ribu rupiah.  Prinsip pengukuran suhu yang dilakukana dalah deteksi panas dengan sensor elektrik. Termometer ini boleh digunakan pada mulut, anus atau ketiak. Ibu sebaiknya menandai lokasi pengukuran, agar tidak tertukar. Cara penggunaan termometer ini adalah cukup menekan tombol ON, kemudian ditunggu (biasanya 30 detik) hingga berbunyi beep. Bersihkan termometer setiap selesai pengukuran, sebaiknya dengan diusap oleh kapas alkohol. Jangan disemprot atau dibasahi karena khawatir akan merusak komponen eletronik termometer.

3) Termometer Infrared

Termometer generasi baru adalah termometer yang sudah memanfaatkan infrared untuk mendeteksi panas. Terdapat beberapa variasi  termometer yang menggunnakan teknologi infrared. Antara lain:

Termometer Tympanic

termometer typmaniTermometer tympanic  menggunakan sinar infrared untuk mengukur suhu di dinding gendang telinga (membran timpani). American Association of Pediatric tidak menganjurkan penggunaannya pada bayi kurang dari 3 bulan, karena  lubang telinga masih sangat kecil. Penggunaannya sangat praktis dan memudahkanpengukuran pada bayi dan anak. Sayangnya, proses pengukuran kadang dihambat oleh lekukan dan kotoran pada telinga.

Termometer Arteri Temporal

temporal artery termometerPrinsip pengukuran yang dilakukan adalah dengan mendeteksi panas pada arteri temporal yang berjalan di  dahi dengan menggunakan sinar inframerah. Cara penggunaannya adalah dengan  menempelkannya  pada  tengah dahi  (sambil menekan tombol scan) kemudian digeser ke telinga dan berhenti pada bagian pelipis. Suhu akan keluar langsung saat itu juga. Sejumlah penelitian menyebutkan pengukuran dengan alat ini sama akuratnya dengan pengukuran yang dilakukan melalui jalur rectal/anus.

Termometer Non -Contact

non contact termoTermometer ini dapat mendeteksi suhu tubuh tanpa harus menempelkan termometer pada tubuh bayi dan anak, Masih didapatkan suhu yang akurat pada jarak 1 inchi dari permukaan tubuh.Pada saat outbreak Ebola pada 2014 kemarin, WHO menggunakan termomter ini untuk mengukur suspek pasien dengan Ebola. Termometer ini juga bermanfaat untuk mengukur suhu makanan atau botol susu bayi.

4) Termometer Empeng (Pacifier)

termometer empengTermometer ini di desain dengan tujuan untuk melakukan pengukuran suhu  yang tidak mengganggu bayi. Bahkan, diharapkan bayi akan merasa nyaman saat sedang mengisap empeng.  Beberapa dokter anak tidak menganjurkan penggunaan termometer ini pada anak yang masih mendapat ASI karena dikhawatirkan menyebabkan bingung puting.  Hasil pengukuran suhu baru dapat  diketahui setelah anak mengisap empeng selama 3-6 menit. Namun karena hasilnya yang kurang akurat dan sulitnya alat ini diperoleh di pasaran, termometer ini masih jarang digunakan di Indonesia.

5) Termometer Strip


Cara pengukuran dengan termometer ini adalah dengan menempelkan strip pada dahi. Indikator suhu diperoleh dari cairan kristal yang mengalami perubahan warna setelah bereaksi dengan panas. Termometer ini kurang akurat karena tidak dapat mengukur suhu dengan bilangan satu angka dibelakang koma.

termometer strip

Sebagai catatan, umumnya anak dianggap demam apabila suhu mencapai lebih dari 38OC. Jangan mengukur suhu anak pada saat anak baru selesai mandi atau sedang berkeringat, karena akan diperolah suhu yang lebih rendah. Untuk  tujuan monitoring suhu dirumah, ibu boleh menggunakan termometer apapun yang dirasa paling cocok. Yang penting, perhatikan cara penggunaan masing-masing alat serta informasikan tenaga kesehatan mengenai alat apa yang digunakan.  Jangan lupa informasikan dokter mengenai lokasi dan jenis termometer yang digunakan, sebagai contoh: “anak diukur suhunya 39o menggunakan termometer digital pada ketiak” atau “anak diukur suhunya sebesar 40oC dengan termometer infrared pada dahinya”.


Categories: Kesehatan Anak
Tags: demam, termometer

Comments

comments