Pemberian Antibiotik pada Bayi Beresiko Membuat Anak Mudah Sakit di Masa Depan?

Pemberian Antibiotik pada Bayi Beresiko Membuat Anak Mudah Sakit di Masa Depan?

Ayah- bunda, tahukah anda ternyata penggunaan  tidak rasional dari antibiotik dapat membahayakan anak kita?

Pemberian antibiotik tidak rasional di usia dini ternyata justru dapat menjadikan anak kita menjadi orang dewasa yang sakit-sakitan. Nah lo, kok bisa?

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Minnesota  dan dipublikasikan pada jurnal Cell  Edisi Mei 2015 telah menemukan hubungan antara penggunaan antibiotik pada bayi, perubahan susunan bakteri baik dalam usus (microbiome), dan penyakit yang terjadi di masa depan. Penggunaan antibiotik pada bayi dapat menyebabkan ketidakseimbangan   bakteri di dalam usus (dysbiosis). Ketidakseimbangan ini ternyata berhubungan dengan infeksi, alergi, diabetes dan obesitas.

Sebagai gambaran, usus bayi pada awalnya terkolonisasi oleh bakteri Proteobacteria dan Firmicutes, kemudian pelan –pelan  diikuti dengan kenaikan pertumbuhan bakteri Actinobacter seiring dengan konsumsi ASI yang diminum. Pada saat anak mulai mengkonsumsi MPASI di usia 6 bulan,  Bateriodetes akan mendominasi  dan bakteri lain jumlahnya akan menurun.  Pada akhir usia 1 tahun, usus bayi akan di dominasi oleh bakteri dari golongan Bacteriodes dan Firmicutes. Susunan bakteri ini terus mengalami perubahan hingga anak berusia 3 tahun. Pada usia tersebut susunan bakteri baik pada usus anak akan menyerupai susunan pada usus dewasa.

Hal yang menarik adalah ternyata jaringan sistem imun di dalam usus mengalami pematangan yang pararel dengan adanya kolonisasi di dalam usus. Dengan kata lain, kehadiran bakteri baik  tersebut diatas didalam usus bayi merupakan faktor penting untuk untuk membangun “kepintaran” sistem imun dalam mengenali dan membasmi  bakteri dan zat berbahaya lainnya. Fase kritis proses ini terjadi pada usia 6 bulan, dimana imunitas adaptif mulai dibentuk.

Jika anak mengkonsumsi antibiotik, bisa jadi bakteri-bakteri baik ini juga ikut terbunuh. Hal ini tentu akan membantu proses pematangan imunitas adaptif pada usus bayi. Kondisi ini juga akan menyebabkan ketidakseimbangan, sehingga ruangan kosong yang ditinggalkan oleh bakteri baik ini justru ditempati oleh bakteri jahat penyebab penyakit (patogen). Kekacauan keseimbangan ini lah yang disebut dengan dysbiosis.

Berdasarkan penelitian, terdapat hubungan antara obesitas, dysbiosis pada usus dan riwayat pemberian antibiotik pada satu titik sebelum anak berusia 2 tahun. Studi menunjukkan bahwa terjadi perubahan susunan bakteri, dimana pada anak dengan obesistas bakteri baik digantikan oleh bakteri lain yang lebih efisien dalam memproduksi energi. Dalam istilah awam, kita sering menyebutnya “mudah menjadi daging”. Makanan dicerna dan diserap kedalam tubuh lebih cepat akibat bantuan bakteri ini.

Proses dysboisis ini juga ternyata dapat menjadi predisposisi penyakit alergi, autoimun, diabetes dan penyakit infeksi.

Nah, penjelasan tersebut diharapkan mampu membuat ayah dan bunda lebih hati-hati dalam memberikan obat pada anak. Jangan sembarangan membeli antibiotik sendiri di apotik. Pastikan bahwa antibiotik yang dikonsumsi anak diberikan oleh dokter dengan indikasi yang jelas. Jangan ragu untuk meminta penjelasan dokter apabila anak anda diberikan resep antibiotik.

Di Amerika, sekitar 30% anak mendapatkan peresepan antibiotik pada saat melakukan kunjungan  rawat jalan, dan paling sering diresepkan untuk infeksi saluran nafas yang disebabkan oleh virus.  Hal ini tergolong sebagai persepan yang tidak rasional karena sebenarnya infeksi virus tidak membutuhkan antibiotik yang bertujuan untuk membunuh bakteri. Penggunaan antibiotik tentu sangat diperlukan untuk membasmi penyakit infeksi akibat bakteri yang membahayakan, seperti pada sakit croup (batuk rejan) dan demam tifoid.

Komunikasikanlah peresepan antibiotik ini dengan dokter anda. Jika memang anak memerlukan antibiotik, habiskan sesuai petunjuk. Karena jika tidak, hal ini justru akan memicu resistensi bakteri.

Sumber: Pajau Vangay, Tonya Ward, Jeffrey S. Gerber, Dan Knights. Antibiotics, Pediatric Dysbiosis, and Disease. Cell Host & Microbe, 2015 DOI:10.1016/j.chom.2015.04.006


Categories: Kesehatan Anak

Comments

comments