Apa Beda antara HIV dan AIDS?

Apa Beda antara HIV dan AIDS?

Istilah HIV/AIDS mungkin sudah akrab di telinga kita, namun terkadang kita masih rancu membedakan antara HIV dan AIDS. Apakah mereka merupakan kondisi yang sama, atau justru berbeda? Yuk kita baca ulasannya disini!

HIV adalah virus

HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Sebagaimana namanya, HIV menginfeksi manusia dan menyebabkan gangguan pada sistem imunitas tubuh. Virus ini menyerang sel darah putih dengan menempel pada reseptor CD4 pada permukaan sel darah putih. Jika terus bereplikasi HIV ini akan menghancurkan sel darah putih yang merupakan komponen penting dari sistem pertahanan tubuh. Akibatnya, seorang penderita HIV akan mudah mengalami berbagai jenis infeksi yang pada orang normal tidak akan menimbulkan masalah besar. Jika sistem imun sudah sedemikian tidak kompeten, maka seorang penderita HIV positif bisa jatuh pada sekumpulan gejal dan penyakit yang dikenal dengan nama sindrom imunodefisiensi atau AIDS.

AIDS adalah suatu kondisi

AIDS merupakan singkatan dari Acquiered Immunodeficiency Syndrome, atau dalam terjemahan harfiahnya disebut juga “sindroma defisiensi pertahanan tubuh yang didapat”. Disebut didapat, karena hal ini disebabkan oleh infeksi virus HIV dan bukan terjadi secara alamiah seperti halnya pada penyakit lupus. Sementara itu, kondisi ini disebut sebagai sindrom karena terdiri dari kumpulan gejala yang khas. Pada pasien AIDS, infeksi penyerta yang muncul disebut juga sebagai infeksi opurtunistik. Sebutan ini muncul karena mereka mengambil kesempatan dari lemahnya pertahanan tubuh yang sedang terjadi.

Kriteria seseorang dengan HIV positif menjadi orang dengan AIDS terjadi apabila jumlah sel darah putih turun hingga level tertentu, dan atau ditandai dengan sejumlah infeksi opurtunistik yang sudah muncul. Berikut ini adalah kriteria yang menjadi dasar bagi dokter mendiagnosis seorang HIV (+) sudah jatuh dalam kondisi AIDS atau belum:

– Kadar CD4 kurang dari 200

– Demam yang berkepanjangan

– Berat badan turun drastis

– Diare kronis

– Sariawan yang tidak sembuh-sembuh

– Tuberkulosis paru

– Pneumonia

– Sarcoma Kaposi

– Meningitis baik karena toxoplasma maupun karena bakteri tuberculosis

Masih ada beberapa kondisi penyerta lain yang mungkin muncul pada penderita AIDS. Selain itu, tidak semua gejala dan penyakit tersebut  harus muncul semuanya untuk menyatakan seseorang telah jatuh pada kondisi AIDS. Dengan melakukan pengamatan yang seksama, dokter akan menentukan apakah seseorang sudah menjadi penderita AIDS atau belum. AIDS pada penderita HIV positif dapat dicegah dengan mengendalikan jumlah virus HIV yang ada didalam darah (viral load), hal ini dapat dilakukan dengan disiplin mengkonsumsi regimen obat antiretroviral yang diresepkan oleh dokter.

 


Categories: Info Penyakit
Tags: AIDS, HIV, HIV/IADS

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.