Bahaya Parasit dan Cacingan Mengintai di Balik Lezatnya Sushi

Bahaya Parasit dan Cacingan Mengintai di Balik Lezatnya Sushi

Sehatmagz – Secara khusus, spesies cacing tertentu dapat hidup di sushi dan masuk ke tubuh orang yang menyantapnya. Beberapa spesies cacing bisa masuk ke mata dan sistem saraf pusat, menciptakan komplikasi kesehatan yang serius.

Jenis cacing apakah yang dapat ditemukan di sushi?

Netamoda adalah cacing yang biasanya berbentuk bulat, paparan cacing ini berasal dari mengonsumsi ikan laut mentah atau setengah matang, dikenal sebagai anisakiasis.

Di laut, larva cacaing dimakan oleh ikan dan hewan lainnya. Jka daging dimasak matang, cacing akan mati. Pendinginan tidak akan membunuh parasit laut. Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan prosedur pembekuan dan pencairan yang ketat untuk meminimalkan risiko anda mengonsumsi parasit laut.

Cacing ini memengaruhi saluran pencernaan, dan mereka dapat masuk ke kerongkongan, lambung, atau usus. Larva akan tumbuh menjadi cacing dewasa. Ketika cacing mati, timbul massa meradang dalam tubuh yang dapat menyebabkan komplikasi.

Gejala anisakiasis termasuk sakit perut, diare dan demam ringan. Mereka yang alergi meungkin mendapat gejala yang kadang-kadang separah anafilaksis.

Cacing pita biasanya ditemukan pada ikan air tawar (atau ikan yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka di air tawar). Bahkan, salmon juga bisa membawa cacing pita.

Cacing pita, umumnya tinggal di saluran pencernaan. Dalam banyak kasus, orang dengan kutu cacing pita yang berasal dari sushi tidak akan memiliki gejala apapun.

Namun, jika cacing sudah dewasa dan berkembang biak, dapat menyebabkan diare, tidak enak badan, dan penurunan berat badan. Dalam kasus ekstrim, cacing dapat menyebabkan obstruksi usus.

Gnathostomiasis – infeksi cacing (nematoda) dari genus gnathosoma, adalah yang paling buruk dari semuanya. Cacing parasit ini paling sering terlihat di Asia Tenggara dan Afrika.

Makan seafood dan hewan air tawar (termasuk burung yang minum di perairan air tawar) yang mentah atau setengah matang, dapat menempatkan seseorang pada risiko penularan.

Jika cacing lain biasanya hanya ada di saluran pencernaan, cacing yang satu ini dapat melakukan perjalanan ke banyak area tubuh, seperti dikutip dari health.kompas.com.

Cacing gnathosoma dapat dilihat seperti bengkak kecil yang bergerak di bawah kulit.hal ini terjadi karena cacing bergerak tepat di bawah kulit. Cacing gnathosoma dapat masuk ke hati, mata dan sistem saraf pusat.meskipun tidak beracun, cacing ini dapat menyebabkan nyeri, kelumpuhan, koma, dan kematian.

Tanda-tanda yang paling umum kondisi cacingan adalah diare, muntah, demam, mual rasa tidak enak di perut, penurunan berat badan mendadak.

Apa yang dapat dilakukan?

CDC merekomendasikan supaya kita menghindari ikan mentah atau setengah matang. Jika anda sangat khawatir tentang cacing tapi masih ingin menikmati sushi, pilih restoran yang menyediakan sushi matang.

Anda mungkin dapat mengetahui apakah ada cacing mendekati otak anda, jika anda menderita nyeri saraf yang parah. Monitor kulit anda dengan cermat, terutama setelah makan ikan mentah.

Jika anda melihat benjolan di kulit, pastikan itu tidak bergerak. Jika bergerak atau jika anda mengalami sakit perut atau salah satu gejala lain seperti di atas, segera temui dokter untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.