Bersahabat Dengan Diabetes Melitus

Bersahabat Dengan Diabetes Melitus

Sehatmagz –  Coba perhatikan jenis makanan apa saja yang biasa kita konsumsi setiap harinya. Tidak sedikit makanan itu mengandung kadar gula yang tinggi. Apalagi, dengan aktivitas visik yang kurang karena berbagai sarana dan prasarana memudahkan manusia dalam melakukan kegiatan hariannya,

Faktor gaya hidup tak sehat itu, menurut spesialis penyakit dalam dr Resna Murti Wibowo, bisa memicu munculnya penyakit diabetes melitus (DM). “Prevalensi penderita DM sekitar 95 persennya mengidap tipe dua. Tipe ini diakibatkan gaya hidup jelek,” papar Resna.

Untuk tipe DM lainnya,lanjut dia, bisa disebabkan faktor obesitas (kegemukan), lanjut usia, ibu hamil, serta konsumsi obat-obatan tidak tepat.penyakit ini juga menjadi penyebab kematian ketiga setelah stroke dan jantung. Bahkan, disebutkan bahwa diabetes menjadi ibu dari penyakit karena menimbulkan komplikasi, termasuk berujung pada stroke maupun masalah jantung.

Data terbaru Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) pada 2015 menyatakan, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 9,1 juta orang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penderita diabetes meningkat hingga 2030 menjadi sekitar 21,3 juta penderita.

Usia penderita diabetes juga semakin muda, yakni satu dari lima penderita masih berusia di bawah 40 tahun. Indonesia juga kini menduduki peringkat keempat penderita diabetes setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

Penyakit DM, kata Resna, ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Sel-sel dalam tubuh manusia membutuhkan energi dari gula (glukosa) untuk bisa berfungsi dengan normal. Unsur yang biasanya mengendalikan gula dalam darah adalah hormon insulin. Kadar gula tinggi karena tubuh tidak mampu lagi memproduksi insulin atau hormon ini tidak dapat digunakan dengan baik.

Kecenderungan pola hidup saat ini membuat kasus diabetes, selain faktor genetik dan lingkungan, meningkat. Gaya hidup tidak sehat, seperti makan berlebihan (berlemak dan kurang serat), kurang aktivitas fisik, serta stres memicu munculnya diabetes.

Resna menjelaskan, gejala-gejala diabetes berupa sering buang air kecil, apalagi saat malam; mudah lelah; berat badan menyusut, padahal sudah makan banyak; mudah kesemutan dan kerap kali tidak sadarkan diri tiba-tiba; dan lainnya, seperti dilansir dari harianrepublika. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan darah di laboratorium.

“Kalau sudah jadi penderita, tinggal bagaimana cara kita mengatur pola hidup kita, kalau penderita, kita harus bersahabat dengan diabetes, makan, olahraga, istirahat yang cukup,” tambah dia.

Pola makannya adalah sarapan (pukul 07.00 WIB), makanan selingan (pukul 10.00 WIB), makan siang (pukul 13.00 WIB), makanan selingan (pukul 16.00 WIB), makan malam (pukul 19.00), dan konsumsi buah atau roti (pukul 21.00 WIB). Untuk aktivitas fisik, pasien bisa olahraga ringan, seperti lari, bersepeda, dan berenang sebanyak tiga sampai empat kali dalam sepekan untuk 30menit setiap olahraganya.

Ahli Gizi Ety Septiningsih berpendapat serupa. Menurutnya, beberapa faktor penyebab DM terbesar saat ini adalah obesitas dan gaya hidup tak sehat. Karena itu, untuk mencegah dan meminimalisasi dampak komplikasi pada orang lain bagi para pasien diabetes adalah mengatur pola hidupnya.

Untuk pengaturan makan pasien diabates, kata dia, terbagi dalam empat pilar yang termasuk penatalaksanaan diet diabetes. Empat pilar itu, seperti perencanaan makan, olahraga teratur, obat, dan edukasi. Dari keempat pilar itu, tiga hal yang mesti diingat baik-baik adalah jumlah, jenis, dan jadwal.

Komposisi kandungan makanan yang dianjurkan untuk memenuhi setiap harinya, seperti karbohidrat 45-65 persen, protein 10-15 persen, lemak 25-30 persen, dan sisanya serat. Sementara asupan minyak sebagai sumber lemak atau kadar gula hanya dianjurkan antara empat atau lima sendok makan per hari. “Komposisi dalam satu piring makan kita setiap hari itu dianjurkan seperempat karbohidrat, seperempat protein, dan setengah sayur dan buah-buahan,” pungkas Ety.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.