Mengapa Varises Bisa Terjadi?

Mengapa Varises Bisa Terjadi?

Gambaran biru dan berkelok kelok pada kaki ini  tidak hanya menganggu keindahan, namun ternyata juga dapat menimbulkan masalah yang serius. Mengapa seseorang bisa mengalami varises? Berikut ini penjelasannya!

Varises terjadi apabila pembuluh vena yang berjalan dibawah kulit mengalami pelebaran. Pembuluh vena dikenal juga dengan istilah pembuluh balik, yaitu pembuluh  yang membawa darah kembali ke jantung.

Sesuai dengan namanya, yaitu pembuluh balik, vena melaksanakan suatu sistem pompa agar darah yang sebelumnya berada di ujung tubuh seperti kaki dapat kembali ke jantung. Di dalam pembuluh vena ini, kita bisa menemukan katup-katup yang  bertugas mencegah darah turun lagi saat sudah dipompa ke bagian atasnya. Apabila seseorang mengalami kelemahan pada dinding vena ataupun katupnya, darah akan terkumpul dan menimbulkan tekanan. Terkumpulnya darah pada satu bagian vena menyebabkan darah mudah mengalami bekuan. Selain itu darah yang terkumpul ini juga akan menimbulkan tekanan yang mengakibatkan dinding vena semakin lebar.

Varises  atau pelebaran vena ini paling sering terjadi pada kaki, walaupun dapat juga terjadi pada anus (hemorrhoid atau ambeien). Diperkirakan  ada 50% kasus varises  yang ditemukan pada satu keluarga, dan kemungkinan berhubungan dengan kelemahan dinding atau kelemahan katup vena yang diwariskan dalam keluarga.

Terdapat beberapa faktor risiko varises, antara lain:

  1. Jenis kelamin: varises ditemukan 2-3 kali lebih banyak pada perempuan dibandingkan laki-laki.
  2. Indeks Massa Tubuh: orang dengan berat badan berlebih memiliki risiko lebih besar mengalami varises.
  3. Kehamilan: kehamilan merupakan salah satu faktor risiko varises yang sering ditemukan. Selama kehamilan, volume darah akan meningkat dan menyebabkan vena melebar.
  4. Pekerjaan: beberapa pekerjaan yang menyebabkan seseorang harus berdiri lama seperti pelayan, kasir, atau ahli bedah, akan memaksa katup vena pada kaki bekerja melawan gravitasi selama berjam-jam, meningkatkan risiko tekanan dan kerusakan pada katup.

Sumber: www.health.harvard.edu


Categories: Info Penyakit

Comments

comments