Mengenal Obat-Obat Migraine

Mengenal Obat-Obat Migraine

Migraine atau nyeri kepala sebelah merupakan salah satu jenis nyeri kepala yang menyebabkan penderitnya mengalami  gangguan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Beberapa orang mampu melewati serangan mingrain hanya dengan beristirahat dan tidur di ruangan gelap. Namun kebanyakan yang lainnya membutuhkan bantuan obat untuk menghendtikan serangan migrain.

Obat untuk menghentikan migrain dapat dibagi menjadi dua jenis. Yaitu obat untuk menghentikan serangan dan obat untuk pencegahan.

Saat serangan migraine datang, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan dari golongan berikut ini:

  • Ergotamine
  • Golongan triptan (selective serotonin receptor), seperti sumatriptan
  • Analgesik, seperti paracetamol atau asam mefenamat
  • Obat Antinyeri Non-Steroid, seperti natrium diclofenac
  • Obat kombinasi
  • Obat antimuntah (jika disertai dengan muntah)

Obat untuk menghentikan serangan migraine ini paling baik dikonsumsi segera setelah serangan mulai dirasakan (15 menit awal), dan pada saat serangan masih bersifat ringan.

Obat pencegahan mungkin diberikan jika anda mengalami  serangan migraine lebih dari dua kali dalam sebulan, serangan migraine yang terjadi sangat berat, atau didapatkan serangan migraine yang mengganggu kehidupan sehari-hari hingga mencapai 3 hari. Beberapa obat pencegahan migraine sebenarnya dipasarkan untuk tujuan lain,namun pada praktiknya bisa digunakan sebagai obat pencegahan.  Contoh obat pencegahan yang dapat diberikan antara lain:

  • Obat golongan antiepilepsi
  • Betablocker
  • Antidepresan trisiklik
  • Calcium Channel Blocker
  • Obat Antinyeri Non- Steroid
  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)

Jika serangan migraine anda telah mengganggu, jangan lupa menanyakan kepada dokter apakah anda memerlukan obat pencegahan ini. Obat ini harus diresepkan oleh dokter, mengingat efek lain obat yang mungkin mengganggu kesehatan anda. Dokter akan memastikan apakah anda boleh mengkonsumsi obat-obatan ini dengan melalukan penilaian pada parameter kesehatan lainnya, misalnya saja kondisi tekanan darah, pola irama jantung dan sensitivitas kepada obat.

Selain dengan obat, seorang penderita migraine juga diharapkan untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu timbulnya migraine misalnya kurang tidur, kelelahan, stress, dan beberapa jenis makanan seperti coklat,  kerang dan keju.


Categories: Info Penyakit

Comments

comments