Migren, Migrain, Si Sakit Kepala Sebelah yang Menyiksa

Migren, Migrain, Si Sakit Kepala Sebelah yang Menyiksa

Salah satu jenis nyeri kepala yang berat dan mampu mengganggu aktivitas sehari- hari seseorang adalah nyeri kepala sebelah atau migrain.  Para penderita migrain melukiskan sakit yang dirasakan seperti di pukul palu berulang-ulang. Nyeri kepala yang dirasakan seperti adanya denyutan keras pada satu sisi kepala dan umumnya diikuti dengan gejala mual, muntah, dan sensitivitas pada cahaya dan suara.

Serangan migraine seringkali menyebabkan nyeri yang signifikan selama berjam-jam, hingga berhari-hari dan dapat menjadi sangat parah sehingga penderitanya sangat ingin untuk tidur ditempat yang gelap dan tenang.

Beberapa jenis migraine dapat ditemani dengan gejala sensorik seperti kilatan cahaya, titik gelap, dan rasa kesemutan pada kaki dan tangan.

Yuk, kita kenali migren dengan membaca  ulasan ini lebih lanjut!

Gejala

Migrain dapat dimulai pada saat masih anak-anak, usia muda, dan  dewasa. Migrain dapat terjadi dalam empat fase, yaitu fase prodromal, aura, serangan nyeri kepala, dan gejala postdromal. Seseorang mungkin tidak mengalami ke semua fase ini.

Prodormal:

Satu atau dua hari sebelum serangan migraine, seseorang mungkin merasakan sedikit perubahan pada migraine yang mulai terasa, misalnya:

  • Konstipasi (sulit buang air besar)
  • Depresi
  • Ingin makan banyak
  • Hiperaktivitas
  • Iritabilitas
  • Tengkuk terasa pegal
  • Menguap terus menerus

Aura

Aura dapat terjadi sebelum dan sesudah migraine terasa. Aura merupakan gejala system saraf yang biasanya berupa gangguan penglihatan seperti kilatan cahaya. Terkadang aura juga dapat berupa sensasi sentuhan, gerakan, atau gangguan bicara. Kebanyan orang mengalami nyeri kepala sebelah tanpa disertai dengan aura. Gejala aura ini biasanya muncul secara perlahan dan berlangsung selama 20-60 menit. Contoh aura antara lain:

  • Fenomena sosial seperti melihat berbagai bentuk, titik-titik cahaya, atau kilatan cahaya
  • Kelihangan penglihatan tiba-tiba
  • Rasa tertusuk-tusuk pada lengan dan kaki
  • Gangguan bicara dan gangguan bahasa
  • Kelemahan anggota tubuh (sangat jarang)

Serangan

Jika tanpa perawatan migrain dapat berlangsung selama 72 jam atau 3 hari. Namun frekuensi munculnya gejala pada setiap orang menjadi berbeda-beda.  Selama migrain, anda mungkin mengalami gejala-gejala ini:

  • Nyeri pada satu sisi kepala atau dua sisi berpindah-pindah
  • Nyeri terasa berdenyut, atau seperti ditusuk-tusuk
  • Mual dan muntah
  • Pandangan kabur
  • Kepala terasa ringan, terkadang diikuti dengan pingsan

Postdormal

Pada fase final, atau yang dikenal dengan fase postdormal merupakan keadaan yang dirasakan setelah seseorang mengalami serangan migrain.  Pada saat ini anda mungkin merasa sangat lelah, walaupun ada beberapa orang yang melaporkan merasa sedikit euphoria.

 Kapan harus berkonsutasi dengan dokter?

Nyeri kepala migrain seringkali tidak memerlukan perawatan. Apabila anda merasakan serangan migrain secara berulang, catatlah kapan migraine dirasakan dan bagaimana anda melakukan perawatan.  Anda juga sebaiknya bertemu dokter bila ditemui perubahan pola sakit kepala atau kepala anda terasa berbeda dengan yang biasa dirasakan.

Kapan harus meminta bantuan medis darurat?

  • Serangan nyeri kepala mendadak, seperti tersambar petir
  • Nyeri kepala dengan demam, kaku pada leher, kesadaran berkabut, kejang, penglihatan dobel, kelemahan, rasa kebas/ baal, atau kesulitan bicara
  • Nyeri kepala setelah mengalami benturan pada kepala, teruatama bila nyeri kepala terasa semakin berat
  • Nyeri kepala yang berlangsung kronis (> 2 minggu) yang semakin memberat dengan batuk, aktivitas, mengejan, atau gerakan yang tiba-tiba
  • Nyeri kepala yang baru muncul di usia 50 tahun


Categories: Info Penyakit

Comments

comments