Sakit Kepala Sepeti Diikat, Benarkah Hipertensi?

Sakit Kepala Sepeti Diikat, Benarkah Hipertensi?

Apakah anda pernah merasakan kepala terasa tegang atau terasa seperti diikat dengan tali? Terkadang perasaan itu juga menjalar hingga ke leher dan pundak. Hal tersebut mengundang tanda tanya, apa yang menyebabkan hal ini? Benarkah ini karena tekanan darah tinggi?

Jika apa yang anda rasakan persis dengan apa yang dideskripsikan pada paragraf diatas diatas, kemungkinan besar anda mengalami nyeri kepala tipe tegang (NKTT) atau tension type headache (TTH). Yuk kita cek bersama apa saja gejala dan tanda NKTT, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengobati serta mencegahnya.

Pertama, kita perlu mencermati apa saja gejala NKTT, dan apakah hal tersebut sama dengan yang anda rasakan. Gejala dan tanda dari NKTT antara lain:

  1. Nyeri kepala terasa seperti diikat
  2. Rasa tegang/ kencang pada dahi, pelipis, dan belakang kepala
  3. Rasa tegang pada otot leher dan pundak
  4. Fatigue (merasa lelah)
  5. Sulit berkonsentrasi
  6. Sedikit sensitivitas pada cahaya
  7. Kesulitan tidur atau jatuh tidur

Gejala ini tidak harus ada, yang paling penting adalah gejala yang disebutkan pertama sampai kedua. Nyeri kepala ini bisa dirasakan dalam waktu yang berbeda-beda, mulai dari 30 menit  hingga satu minggu. Umumnya nyeri kepala dirasakan selama beberapa jam. Sensitivitas pada cahaya biasanya hanya sedikit dirasakan penderita NKTT. Gejala sensitivitas pada cahaya lebih mencolok dirasakan oleh penderita migrain.

Penyebab NKTT selama ini diduga karena adanya peningkatan ketegangan otot-otot disekitar kepala. Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa tidak ditemukan ketegangan yang berati pada otot kepala. Diduga yang terjadi adalah penikatan sensitivitas reseptor nyeri pada otot disekitar kepala, sehingga stimulus yang biasanya dirasakan biasa saja, menjadi terasa nyeri.

Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya NKTT adalah:

  1. Stress
  2. Postur yang salah
  3. Kelelahan
  4. Rasa lapar
  5. Perasaan khawatir

Dengan mengenali pemicu dan faktor risiko nyeri kepala tipe tegang, anda bisa mengenali hal-hal apa saja yang harus di hindari. Jika anda mengalami nyeri kepala yang berulang, ada baiknya anda melakukan pengamatan dan mencatat kapan saja nyeri kepala terjadi, apa yang memicunya dan apa yang dapat membantu meredakannya. Mencoba melakukan hal-hal sederhana ini juga mungkin membantu mengurangi nyeri yang dirasakan:

  1. Berolahrga
  2. Istirahat sejenak
  3. Memijat
  4. Kompres hangat pada bagian yang terasa tegang
  5. Membatasi konsumsi kopi dan alkohol
  6. Makan makanan bergizi
  7. Tidak tidur di bantal yang tinggi

Nyeri kepala tipe tegang biasanya dapat diatasi dengan pemberian pereda nyeri. Contoh pereda nyeri yang dapat digunakan adalah parasetamol, asam mefenamat dan ibuprofen. Obat-obat ini dapat diperoleh secara bebas di apotik. Namun, jika anda tidak mengalami perbaikan dengan obat-obat tersebut, dokter mungkin akan meresepkan pereda nyeri yang lebih poten seperti aspirin, na dilofenac atau naproxen.

Obat pereda nyeri sebaiknya hanya dikonsumsi saat nyeri mulai terasa, dan bukan sebagai pencegahan. Sejumlah ahli menyarankan untuk langsung mengobati nyeri kepala yang terjadi begitu tanda nyeri muncul. Menunda pengobatan hingga nyeri terasa memberat  seringkali memperlama proses penyembuhan.

Kapan anda harus khawatir?

Jika nyeri yang dirasakan sudah mengganggu  aktivitas sehari-hari dan tidak membaik dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas, anda sebaiknya mengkonsultasikan hal ini kepada dokter. Nyeri kepala yang tidak hilang hingga  lebih dari dua minggu juga memerlukan perhatian khusus. Nyeri kepala dapat merupakan salah satu tanda dari keadaan yang lebih serius seperti stroke atau kanker otak.

Berikut ini adalah beberapa tanda bahaya nyeri kepala yang menyebabkan seseorang harus segera meminta  pertolongan:

  • Nyeri kepala hebat yang terasa seperti tersambar petir
  • Nyeri kepala tiba-tiba yang diikuti kelemahan pada satu sisi tubuh
  • Nyeri kepala disertai muntah yang tidak bisa ditahan (muncrat)
  • Ada riwayat benturan pada kepala dalam 3 bulan terakhir
  • Nyeri kepala terasa memberat dan disertai demam
  • Nyeri kepala disertai dengan gangguan keseimbangan dan gangguan bicara
  • Nyeri kepala disertai perasaan berkabut dan kesulitan bicara (cadel)
  • Nyeri kepala memberat ketika anda berubah posisi (bediri/duduk)
  • Nyeri kepala disertai mata merah atau nyeri pada mata, terkadang diikuti perasaan melihat pelangi
  • Anda memilki gangguan imunitas (HIV, dalam pengobatan dengan steroid, atau obat penekan imunitas lainnya)
  • Anda memilki sakit kanker yang mungkin menyebar ke bagian tubuh lain

Demikian penjelasan mengenai nyeri kepala tipe tegang atau tension type headache. Nah kira-kira nyeri kepala yang anda rasakan tergolong NKTT? Atau anda masih curiga hal ini disebabkan oleh hipertensi? Nyeri kepala pada hipertensi seringkali dirasakan pada pagi hari saat bangun tidur dan utamanya dirasakan pada daerah tengkuk atau belakang kepala dan leher. Namun, pada sebagian orang nyeri kepala juga dapat bervariasi, terkadang malah menunjukkan nyeri kepala berputar atau vertigo.  Jika anda masih ragu, tidak ada salahnya untuk mengecek tensi anda sesekali.  Hal ini penting dilakukan, karena pada fase awal hipertensi sering tidak menunjukkan gejala dan hanya diketahui melalui upaya skrining atau pengukuran secara mandiri.


Categories: Info Penyakit

Comments

comments