Tangan Berkeringat, Benarkah Sakit Jantung?

Tangan Berkeringat, Benarkah Sakit Jantung?

Tangan berkeringat dan terasa dingin lazim dirasakan pada saat kita merasa tegang, khawatir atau takut. Stimulus emosional tersebut akan menyebabkan tubuh mengaktifkan saraf simpatis yang menyebabkan jantung berdebar lebih cepat, perut terkadang terasa mulas,  dan tangan berkeringat. Secara umum, aktivitas persarafan simpatis akan menyebabkan tubuh lebih waspada dan siap menghadapi kondisi stress.

Namun pada sebagian orang, tangan berkeringat dapat ditemukan walaupun tidak ada stimulus emosional apapun. Keringat berlebih ini juga ditemukan pada telapak kaki, wajah, ketiak dan lipatan tubuh lainnya.  Hal ini tentu mengundang tanda tanya, apakah yang terjadi sebenarnya, benarkah ini karena gangguan jantung?

Mari kita bahas bersama!

Dalam istilah kedokteran keringat berlebih dikenal dengan istilah hyperhidrosis. Penyebab hyperhidrosis  dapat bersifat primer atau sekunder. Penyebab primer yang sering ditemukan adalah karena hiperaktivitas persarafan simpatis yang memicu keluarnya keringat berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gangguan yang diwariskan secara genetik.

Hyperhidrosis sekunder  merupakan produksi keringat yang berlebihan dan merupakan bagian dari gangguan kesehatan lain atau merupakan efek obat tertentu. Penyebab sekunder dari hyperhidrosis antara lain adalah gangguan kelebihan hormon tiroid, penyakit infeksi seperti malaria atau TB,  dan gangguan saraf pusat. Pada dasarnya, keringat berlebihan bukan lah ciri utama dari penyakit-penyakit tersebut. Selain itu, hyperhidrosis sekunder biasanya mengenai bagian tubuh yang luas dan tidak terlokalisasi di tangan atau kaki saja.

Lalu bagaimana dengan sakit jantung, benarkah sakit jantung ditandai dengan keringat berlebih pada tangan? Dalam buku  Diseases of the Eccrine Sweat Glands  yang ditulis oleh HJ Hurley pada 2001, gangguan jantung juga disebutkan dapat menyebabkan kondisi keringat berlebih. Gangguan jantung tersebut antara lain adalah gagal jantung, syok kardiologi, dan serangan jantung. Pada keadaan jantung seperti itu,  saraf simpatis akan diaktifkan untuk membatu stabilitas tubuh. Namun salah satu efek saraf simpatis juga terjadi, yaitu keringat berlebih. Pada kondisi ini, pasien biasanya sudah dalam keadaan kepayahan dan perlu di rawat di rumah sakit. Perlu dipahami pada kondisi ini, keringat berlebih hanya menjadi salah satu gejala yang ditemukan, dan bukan merupakan gejala utama. Penderita biasanya akan mengeluhkan juga sesak nafas dan nyeri dada hebat.

Seringkali yang ditemukan olah masyarakat adalah keringat berlebih pada tangan dan kaki saja, tanpa disertai gejala lain. Kondisi ini lebih memungkinkan sebagai bagian dari hyperhidrosis primer, sebuah gangguan primer yang disebabkan hiperaktivitas saraf simpatis karena faktor bawaan, dan bukan merupakan gejala sakit jantung. Apabila ditemukan gejala lain yang mengganggu seperti jantung berdetak kencang, dan tangan bergetar tremor, sebaiknya anda memeriksakan diri untuk memastikan apakah ada gangguan kesehatan yang terjadi.


Categories: Info Penyakit

Comments

comments