Ternyata Tubuh Kurus Bukan Tanda Anda Bebas Kolesterol

Ternyata Tubuh Kurus Bukan Tanda Anda Bebas Kolesterol

Sehatmagz – Kolesterol identik dengan orang gemuk. Padahal orang dengan badan kurus juga bisa terkena masalah kesehatan akibat kolesterol.

Fia (25), dengan berat 52 kg dan tinggi 170 cm, kaget ketika hasil tes kesehatan tahunannya keluar. Kadar kolesterolnya mencapai angka 290 dl/mg sehingga ia dinyatakan hiperkolesterolemia. Sedangkan teman sekantornya, Nana (30), dengan berat 80 kg dengan tinggi bdan 155 cm, justru kolesterolnya dinyatakan dalam batas normal.

“Saya kan nggak gemuk. Kok bisa tinggi gini sih kolesterolnya? Tahun lalu masih aman. Bisa kena peringatan dari bagian HRD nih,” ujar Fia masih tak percaya.

Kasus di atas bisa terjadi karena kolesterol yang dihitung adalah lemak yang ada dalam darah. Bukan yang berada di bawah kulit. Jadi orang kurus pun sangat mungkin untuk memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Dr. Tjie Hendra Sp. PD, ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk menjelaskan kalau prevalensi orang kurus dan gemuk terkena masalah kolesterol sama besar. Karenanya, orang yang berbedan kurus tetap harus waspada akan kadar kolesterolnya.

“Orang kurus  terkena masalah kolesterol biasanya diakibatkan oleh gaya hidupnya. Misalnya, kebiasaan merokok atau minum alkohol. Bisa juga karena faktor keturunan,” ujarnya.

Selain itu, faktor stres juga dapat memicu tingginya kolesterol dalam tubuh. “Stres berpengaruh terhadap kolesterol. Saat stres, otak akan memproduksi hormon kortisol yang bisa meningkatkan kadar kolesterol,” jelas dokter spesialis syaraf Rocksy Fransisca, seperti dikutip dari health.kompas.com.

Kondisi tersebut harus segera diperbaiki. Kalau diteruskan bisa berujung pada berbagai macam masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan pembuluh darah.

“Bagi orang kurus sebetulnya penanganannya lebih mudah karena tak harus menurunkan berat badan. Tinggal mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Kalau perubahan gaya hidup tidak berhasil, ada baiknya konsultasi ke ahli medis,” imbuh Dr. Tjie Hendra.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.