Kiat Tetap Berolahraga Saat Berpuasa Ramadan

Kiat Tetap Berolahraga Saat Berpuasa Ramadan

 Mengapa kita harus berolahraga selama Ramadan?

Use it or lose it. Kita sering mendengar ungkapan tersebut, kemampuan yang lama tidak digunakan perlahan akan menghilang. Begitu juga dengan kemampuan fisik yang sudah kita bina. Seseorang yang sudah terbiasa untuk berolahraga sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 11 bulan, namun menghindari olahraga selama bulan Ramadan, akan  mengalami kemunduran saat harus memulai olahraga kembali.

Hal ini disampaikan oleh Habib Noorbhai, seorang ahli fitness dan biokinetik kepada Health24. Ia menyampaikan bahwa tidak berolahraga selama sebulan akan membuat kita seperti kehilangan manfaat berolahraga selama 4 bulan.

Olahraga sendiri diketahui memiliki banyak manfaat, baik itu mencegah berbagai penyakit, maupun memperpanjang usia. Untuk itu, sebaiknya selama Ramadan olahraga tetap dilakukan dengan melakukan beberapa modifikasi. Baik itu dengan merubah intensitas latihan maupun merubah waktu melakukan olahraga.

Waktu yang Ideal Untuk Berolahraga

Waktu yang ideal untuk berolahraga saat puasa adalah sekita 60-90 menit sebelum berbuka. Setelah melakukan olahraga selama waktu tersebut kita tidak dapat lagi menggunakan cadangan glikogen dari otot maupun hati. Selain itu tubuh juga kehilangan cairan lewat keringat yang dikeluarkan. Saat tubuh sudah tidak bisa mengkompensasi kehilangan yang terjadi, tentu sangat baik jika pada saat itu anda bisa menggantinya dengan segera mengkonsumsi makanan dan minuman.

Hal –hal yang perlu diperhatikan

Beberapa golongan sebaiknya tidak berpuasa. Mereka antara lain adalah orang yang mengalami penyakit kronik, cidera atau komplikasi dari penyakit lainnya.

Untuk seseorang yang mengalami diabetes tipe 1, sebaiknya tidak berolahraga sama sekali. Sementara bagi penderita diabetes tipe 2, olahraga masih diperbolehkan maksimum hingga 30 menit, baik itu  berolaharaga aerobik maupun olahraga yang mengasah kekuatan.

JIka anda baru saja sembuh dari cidera atau masalah kesehatan lain, olaharaga yang dilakuakn disarankan tidak lebih dari 30 menit. Hal ini disebabkan oleh cadangan glikogen yang dimiliki oleh tubuh sebagian akan digunakan untuk proses perbaikan tubuh.

Penderita tekanan darah tinggi diperbolehkan untuk berolahraga dalam intensitas rendah, kira-kira 75% dari detak jantung maksimum. Sebagai contoh: seorang wanita 60 tahun akan memilki kecepatan detak jantung 160 kali per menit dan 75% dari 160 adalah 120 kali per menit. Jadi, pada wanita berusia 60 tahun dengan tekanan darah tinggi, boleh berolahraga hingga batas detak jantung maksimal 120 kali per menit.

Batas maksimal detak jantung berbeda-beda teragantung pada usia, jenis kelamin, dan faktor risiko yang dimiliki. Secara umum angka detak jantung maksimal ini dapat diperoleh dengan melakukan perhitungan berikut ini: 220 – usia. Jadi jika usia anda saat ini adalah 20 tahun, denut jantung maksimum anda adalah 200 kali per menit, dan selama puasa anda sebaiknya berolahraga dalam rentang detak jantung maksimal 150 kali per menit saja.

Hentikan olahraga jika terasa pusing dan mual karena itu adalah tanda tubuh mulai kekurangan glukosa dan cairan.Sebaiknya berolahraga dilakukan setelah minimal anda telah berpuasa selama 7 hari. Hal ini dilakukan agar tubuh sudah melakukan adaptasi metabolisme tubuh.

Kesimpulan

Penelitian yang dilakukan pada para atlet menemukan walaupun para atlet merasakan fatigue dan mood menjadi menurun namun sejumlah penelitian menemukan bahwa faktor-faktor tersebut  tidak menyebabkan penurunan performa dan latihan yang dilakukan tidak terasa lebih berat.

Menurut penelitian yang telah didesain dengan baik, olahraga bahkan yang dilakukan oleh sekelas atlet pun masih dapat dilakukan  selama intake makronutrien dan energi, beban latihan, komposisi tubuh dan kualitas tubuh tetap terjaga dengan baik.


Categories: Kebugaran& Olahraga, Puasa

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.