Alpukat, Teman Jantung Sehat

Alpukat, Teman Jantung Sehat

Penelitian yang dirilis oleh Journal of The American Heart Association yang baru dirilis Januari 2015 menunjukkan fakta yang menarik mengenai konsumsi alpukat. Menambahkan alpukat ke dalam menu standar ternyata dapat membantu penurunan jumlah kolesterol jahat  atau LDL di dalam darah.

Penelitian ini melibatkan 45 responden berusia 21-70 tahun. Responden dibagi kedalam 3 jenis diet, diet rendah lemak tanpa alpukat, diet lemak seimbang dengan alpukat dan diet lemak seimbang tanpa alpukat. Diet lemak seimbang berarti responden mendapatkan konsumsi lemak sebesar 34% total kalori, sementara diet rendah lemak berarti responden mendapat lemak sebesar 24% dari total kalori. Setelah 5 minggu, dilakukan pengukuran ulang kadar kolesterol jahat  atau LDL, dan diperoleh hasil seperti berikut;

Diet rendah lemak tanpa alpukat = penurunan LDL sebesar 7.4 mg/dL

Diet lemak seimbang tanpa alpukat = penuruan LDL sebesar 8.3 mg/dL

Diet lemak seimbang dengan alpukat = penurunan LDL sebesar 13.5 mg/dL

Wah, ternyata penurunan LDL didapatkan lebih banyak pada diet lemak seimbang dengan alpukat. Penurunan ini bahkan lebih besar dibandingkan diet rendah lemak. Menarik bukan? Tidak hanya itu, responden pada kelompok diet lemak seimbang dengan alpukat juga menunjukkan hasil tes darah yang lebih baik pada komponen lain seperti kolesterol total, trigliserid, small dense LDL, dan komponen kolesterol non-HDL lainnya.

Salah satu peneliti, Penny M. Kris‐Etherton, profesor nutrisi dari Pennsylvania State University, menjelaskan bahwa pada penelitian, jenis makanan yang dikonsumsi responden dikontrol secara ketat, sehingga mungkin tidak dapat persis disamakan dengan dunia nyata. Namun, penelitian ini berhasil menjelaskan konsep bahwa mengganti sumber lemak dalam makanan kita dengan lemak  tidak jenuh, terutama dalam hal ini alpukat memberikan efek yang baik pada faktor risiko penyakit jantung. Sejumlah kandungan bioaktif pada alpukat, seperti phytosterol, β-sitosterol, fiber, dan C7 ketosugar diduga ikut berperan dalam memberikan manfaat ini.

Kandungan bioaktif ini diduga juga sebagai faktor yang menjelaskan mengapa  konsumsi diet dengan lemak seimbang ditambah alpukat bisa memberikan hasil yang lebih baik daripada diet rendah lemak saja.

Lemak  merupakan zat gizi yang vital bagi tubuh dan tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang direkomendasikan. Tanpa lemak, sejumlah zat gizi larut lemak tidak dapat diserap, misalnya saja vitamin A, D, E dan K. Lemak juga diperlukan untuk regenerasi sel saraf, serta perkembangan otak dan mata yang sehat. Yang perlu diperhatikan adalah, perhatikan jumlah konsumsi lemak agar tidak melebih rekomendasi, yaitu sebesar 25-35% kebutuhan kalori, utamakan memenuhi kebutuhan lemak dari lemak tidak jenuh, batasi konsumsi lemak jenuh anda. Terakhir, sejalan dengan hasil penelitian ini, jangan lupa memasukkan alpukat sebagai sumber lemak dan teman jantung sehat kita.


Comments

comments