Benarkah Susu Sapi Hanya Cocok Dikonsumsi Anak Sapi?

Benarkah Susu Sapi Hanya Cocok Dikonsumsi Anak Sapi?

Sehatmagz – Susu merupakan salah satu asupan gizi yang kaya akan vitamin A dan D, kalsium, serta fosfor. Mengonsumsi susu dinyatakan baik bagi kesehatan tubuh karena kandungan nutrisinya sangat kompleks dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Susu sebenarnya merupakan cairan berwarna putih yang diproduksi oleh kelenjar hewan mamalia dengan bentuk dan varian rasa yang bisa diubah-ubah. Mengonsumsi susu merupakan prioritas penunjang kesehatan tubuh, namun kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya mengonsumsi susu.

Mereka masih banyak yang menganggap bahwa susu yang berasal dari hewan mamalia seperti sapi hanya diperuntukkan bagi anak sapi itu sendiri dan bukan untuk dikonsumsi oleh manusia. Akan tetapi, hal tersebut dibantah oleh ahli gizi sekaligus nutritionist Emilia Achmadi MS RD.

Ia menyatakan, susu merupakan salah satu asupan gizi utama yang memiliki beragam manfaat bagi tubuh. Susu juga merupakan sumber energi karena kandungan lemak di dalamnya lebih rendah dari gorengan. “Di dalam susu juga terdapat protein kompleks yang baik untuk tubuh. Susu segar dari protein hewani lebih baik dari susu protein kedelai,” tutur Emilia.

Menurut Emilia, satu hal yang perlu diingat terkait susu adalah manfaatnya untuk meningkatkan sistem imun manusia agar terhindar dari beragam penyakit. Susu juga kata dia, baik untuk kulit, mencegah anemia, meingkatkan kekuatan tulang, bahkan mencegah penyakit jantung. Manfaat ini didapatkan dari kandungan kalsium, magnesium, dan potasium di dalam susu yang dapat mencegah kram dan kontraksi otot pada jantung.

Manfaat susu diperlukan, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Namun, ada pendapat yang mengatakan, susu sapi hanya baik dikonsumsi bagi anak sapi dan bukan anak manusia. Emilia setuju dengan pendapat tersebut. Meski begitu, dia mengatakan, anak-anak, utamanya bayi usia satu tahun, perlu asupan tambahan lain. Sebab kualitas air susu ibu (ASI) akan berubah setiap bulannya.

“Di sinilah peranan makanan pendamping ASI (MPASI) dan peranan susu segar dari sapi bagi mereka yang usianya sudah semakin bertambah besar,” lanjutnya.

Untuk yang alergi protein susu sapi, Emilia mengatakan, sebenarnya ada dua jenis alergi susu, yakni alergi kandungan gula dan alergi protein susu.

Apabila seseorang alergi terhadap kandungan gula di dalam susu, bisa dicarikan alternatif lain agar dapat mengonsumsi susu, yaitu bisa memilih yoghurt atau keju alami.

Namun, apabila alergi terhadap protein susu, lanjutnya, memang tidak ada pilihan karena alerginya adalah bawaan lahir dengan presentase kasusnya di Indonesia cukup rendah. “Bisa dicarikan makanan alternatif lain yang setara gizinya dengan segelas susu. Bagi yang alergi gula dalam susu, bisa mengonsumsi tablet lactase agar ketika mengonsumsi susu, perut tidak terasa kembung,” katanya menambahkan.

Terakhir, Emilia mengingatkan bahwa susu segar terbatas kualitasnya, yaitu tidak lebih dari satu tahun, seperti dilansir dari harianrepublika.

 


Categories: Berita Kesehatan, Gizi

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.