Ilmuwan Jepang: Daging Kambing Tidak Menyebabkan Darah Tinggi

Ilmuwan Jepang: Daging Kambing Tidak Menyebabkan Darah Tinggi

Dalam suasana menjelang Hari Raya Idul Qurban, hidangan yang terbuat dari daging kambing akan sering kita temukan. Baik itu dalam bentuk gulai, sate, tongseng, atau disajikan bersama dengan nasi goreng.

Sayangnya, banyak diantara kita yang menahan diri untuk menikmati hidangan berbahan dasar kambing karena takut dengan efek peningkatan tekanan darah yang katanya bisa terjadi. Benarkah hal ini?

Ilmuwan Jepang dari Universitas Rukyus di tahun 2014 berusaha membuktikan hal ini. Ternyata anggapan bahwa daging kambing bisa menaikkan tensi tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di Jepang.

Mereka melakukan dua eksperimen dengan menggunakan tikus. Eksperimen pertama dilakukan terhadap 4 kelompok tikus yang terdiri dari kelompok kontrol (K), kelompok pemakan danging kambing dengan kandungan garam rendah (GR), kelompok pemakan daging dengan garam 4% (GT) dan kelompok pemakan daging +garam  4% +rempah mugwort (GTR).

Pengamatan dilakukan selama 14 minggu.  Dari hasil penelitian diketahui:

  1. Kelompok GT (kambing dan garam tinggi) dan GTR (kambing, garam tinggi dan rempah) mengkonsumsi lebih banyak air dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok pemakan daging kambing dengan garam rendah (GR)
  2. Kelompok GR (daging kambing darah rendah) menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah yang mirip dengan tekanan darah kelompok kontrol.

Seperti daging lainnya, daging kambing terdiri dari protein dan lemak. Protein pada daging kambing terdiri dari asam amino essensial dan non-essensial dalam jumlah yang seimbang. Daging kambing juga banyak mengandung taurin, karnitin, dan inosine yang berperan penting untuk kesehatan manusia. Selain itu, daging kambing juga sebenarnya memiliki kadar lemak yang lebih sedikit dibandingkan dengan  jenis daging lainnya.

Menilik fakta-fakta yang mendukung bahwa daging kambing itu sehat, para peneliti Jepang curiga bahwa peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah mengkonsumsi daging kambing bukanlah disebabkan oleh daging kambing itu sendiri, melainkan disebabkan oleh kandungan garam yang tinggi pada  saat mengolah daging kambing.

Para peneliti kemudian melakukan eksperimen kedua yang di desain untuk memastikan bahwa peningkatan tekanan darah ini terjadi karena tingginya kadar garam yang digunakan sebagai bumbu. Ternyata setelah dilakukan penurunan konsumsi kadar garam yang sebelumnya 4% menjadi 0.3%, kenaikan tekanan darah tidak terjadi lagi. Oleh karena itu, para peneliti tersebut yakin bahwa konsumsi daging kambing dalam jangka lama tidak meningkatkan tekanan darah, namun konsumsi garam yang digunakan saat mengolah daging kambinglah yang menyebabkan  peningkatan tekanan darah.

(Baca juga: Kenapa kita perlu mengurangi konsumsi garam?)

Namun, penelitian ini memiliki kekurangan karena dikerjakan pada hewan coba yaitu tikus. Lalu apakah ada penelitian yang dilakukan pada manusia? Jawabannya adalah ada! Ternyata hal ini pernah diteliti oleh para peneliti muda di negara kita sendiri,namun hasilnya sedikit berbeda dengan yang ditemukan pada peneliti Jepang tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung di tahun 2010 menunjukkan bahwa konsumsi sate kambing memang dapat meningkatkan tekanan darah.  Kenaikan ini dapat ditemukan pada tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik.

(Baca juga: Bagaimana cara membaca hasil pemeriksaan tekanan darah?)

Mereka melakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi sate kambing. Eksperimen ini dilakukan pada kelompok pria dewasa muda. Tiga puluh orang dewasa muda sehat diminta untuk mengkonsumsi 100 gram sate kambing. Kemudian setiap 20 menit dilakukan pengukuran tekanan darah hingga  waktu mencapai 60 menit. Kesemua hasil pengukuran ini kemudian dibandingkan dengan tekanan darah sebelum makan.

Ternyata dari hasil pengukuran diketahui bahwa rata-rata secara perlahan responden akan mengalami kenaikan darah setelah makan sate. Tekanan darah sistol rata-rata sebelum makan sate adalah 114.3 mmHg, menjadi 119,3 mmHg. Kemudian setelah 60 menit, rata-rata tekanan darah sistol yang sebelumnya 114, 3 saja, menjadi 120, 33.

Kenaikan juga terjadi pada tekanan darah diastolik. Tekanan darah yang sebelumnya 77,37 mmHg  menjadi  81,03 dan setelah 60 menit menjadi 81,80 mmHg.

Nah, melihat kedua penelitian ini, yang manakah yang lebih anda percaya? Sebenarnya, kedua hal ini bisa menjadi masukan untuk satu dan lainnya. Penelitian pertama menegaskan bahwa yang menaikkan tensi adalah kandungan garam, dan bukan dagingnya itu sendiri. Sementara penelitian kedua, menggunakan daging kambing yang telah di olah, tanpa mengetahui berapa persen kandungan garam yang dimiliki. Namun penelitian kedua memiliki keunggulan karena dikerjakan pada manusia, dan dengan ras Indonesia.

Hal teraman yang dapat kita lakukan adalah dengan mengadopsi dua penelitian ini. Mari kita ambil manfaat sehat dari daging kambing dengan mengolah daging kambing dengan kandungan garam serendah mungkin. Peningkatan tekanan darah yang terjadi pada orang sehat setelah 60 menit  makan  daging kambing, jika kita amati masih dalam batas wajar. Sementara bagi anda yang telah memiliki tekanan darah tinggi memang sebaiknya menghindari daging kambing, juga daging merah lainnya.

Poin penting satu lagi yang perlu dicatat adalah bagi anda penggemar daging kambing, konsumsi daging kambing dalam waktu lama tidak terbukti menyebabkan anda memiliki hipertensi, selama kandungan garam di dalamnya dalam batas wajar.

Nah, bagaimana dengan anda? Apakah anda akan tetap mengkomsumsi daging kambing di hari raya ini? Jika ya, cobalah melakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah mengkonsumsi daging kambing, kira-kira hasil penelitian yang mana yang sesuai dengan anda? Jangan lupa kabari kami ya jika anda telah mencobanya!

Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H!

Sumber:

Sunagawa, Katsunori et al. “Goat Meat Does Not Cause Increased Blood Pressure.” Asian-Australasian Journal of Animal Sciences 27.1 (2014): 101–114. PMC. Web. 23 Sept. 2015.

Ebrian, Oktavianus Harry ( 0710205 ) (2010) Pengaruh Sate Kambing Terhadap Tekanan Darah Normal Pada Pria Dewasa Muda. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha. Item availablity restricted.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.