Melawan Kanker dengan Jamur, Mungkinkah?

jamur masakanJamur terdiri dari banyak kandungan kimia yang bermanfaat untuk melawan penyakit. Memakan jamur secara rutin telah terbukti menurunkan risiko terkena payudara pada penelitian terhadap wanita Cina. Penelitian lain yang dilakukan di Perth University Australia menunjukkan hasil yang hampir sama. Angka kejadian kanker payudara pada wanita yang mengkonsumsi 10 gram jamur kancing (Agaricus bisporus) per hari mengalami penurunan hampir sepertiganya, dibandingkan dengan  wanita yang tidak mengkonsumsi jamur. Kondisi ini diperkirakan terjadi karena  aktivitas linoleic acid  yang berperan sebagai anti-estrogen – hormon yang ditengarai memicu kanker payudara.

Manfaat anti kanker tidak hanya ditemukan pada jamur kancing, Jamur Shitake (Lentinula edodes) di gadang-gadang memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat untuk melawan kanker. Sejumlah kandungan tersebut antara lain: lentinan yang dipercaya dapat memperlambat dan menghentikan pertumbuhan kanker serta  1,3 beta glucan yang selain bisa menghambat aktivitas pertumbuhan tumor, diklaim juga dapat mengurangi efek samping terapi kanker.  Klaim-klaim tersebut saat ini masih dalam penelitian lebih lanjut.

Lebih menarik lagi, jamur merupakan makanan yang tidak mudah kehilangan kandungan nutrisinya walaupun telah ditumis, direbus atau ditumis. Salah satu komponen yang tetap bertahan walaupun telah dimasak adalah ergothioneine, sebuah antioksidan kuat yang  berperan melawan radikal bebas dan meningkatkan imunitas.

Jadi kira-kira apakah ada jamur di menu anda hari ini?

Disclaimer: Tulisan ini dimaksudkan untuk membahas kandungan nutrisi jamur yang mungkin bermanfaat untuk melawan kanker. Konsumsi jamur tidak dapat menggantikan terapi medis baik berupa pengobata, kemoterapi atau radioterapi.


Categories: Gizi, Tumor & Kanker

Comments

comments