Bagaimana Mencegah Kerusakan Ginjal pada pasien Diabetes Mellitus?

Bagaimana Mencegah  Kerusakan Ginjal pada pasien Diabetes Mellitus?

rendiabetes3

Telah kita pahami bersama bahwa penyakit Diabetes Mellitus (DM) atau yang lazim disebut sakit gula dapat menimbulkan komplikasi ke banyak organ. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah komplikasinya pada ginjal. Gangguan pada ginjal  hampir ditemukan pada 40% pasien DM. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik itu pembentukan batu, infeksi saluran kemih, infeksi pada parenkim ginjal (pyelonefritis), serta kerusakan alat penyaring pada ginjal (glomerolunefritis).

Kondisi tersebut dapat dihindari dengan pengendalian gula darah, tekanan darah dan diet. Dokter akan memberikan terapi pengendalian gula dan tekanan darah dengan bantuan obat hingga mencapai target yang diharapkan. Agar terhindar dari kerusakan ginjal, diharapkan kadar gula darah puasa penderita berada dikisaran 90-130 mg/dl, serta tekanan darah <130/90 mmHg. Tugas pasien, selain meminum obat serta kontrol teratur adalah menjaga higienitas untuk mengurangi risiko infeksi serta mengikuti anjuran pengaturan diet.

Pengaturan diet yang perlu diperhatikan pada pasien DM untuk kasus ini adalah konsumsi protein dan lemak. Pada kondisi normal jumlah protein yang perlu dikonsumsi oleh orang DM adalah 10 % dari angka kebutuhan kalori, atau sebesar 0.8 gram/kgBB/hari.  Apabila sudah ditemukan tanda kerusakan ginjal, maka penderita disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli gizi untuk mulai menerapkan  diet rendah protein. Konsultasi ini diperlukan agar dengan berbagai batasan yang ada, penderita tidak mengalami kekurangan nutrisi.  Pasien juga mulai perlu memperhatikan kandungan lemak dalam makanan yang dikonsumsi, yaitu perbandingan antara lemak jenuh dan lemak tidak jenuh. Disarankan agar penderita mengganti sumber kebutuhan lemak dari sumber lemak tak jenuh seperti  daging ayam, alpokat dan kacang kacangan. Mengganti daging merah dengan daging ayam saja ternyata dapat menurunkan jumlah protein (albumin) di dalam urin sebagai penanda kerusakan ginjal, hingga sebesar 46%. Penurunan ini juga diikuti oleh penurunan kolesterol total, LDL (low density lipoprotein), dan apolipoprotein B. Apabila jumlah lemak dalam darah masih sulit dikendalikan dengan pengaturan diet, dokter akan membantu dengan pemberian obat penurun kolesterol hingga mencapai kadar LDL sebesar <100 ml/dl.


Comments

comments