Common Cold, Tamu di Musim Penghujan

Common Cold, Tamu di Musim Penghujan

Seberapa sering kita mendengar istilah Common cold? Apakah Anda salah satu teman akrab penyakit ini? Apa saja gejala common cold? Bagaimana penyakit ini bisa mengenai kita? Agaknya istilah ini masih asing di telinga kita, meskipun tanda dan gejalanya sudah sering kita alami. Ya, memang agak sulit mencari padanan kata ini dalam bahasa Indonesia, seringkali kita menyebutnya dengan flu, pilek, selesma, bahkan masuk angin.

Pengertian

Common cold adalah kumpulan tanda dan gejala infeksi saluran napas atas yang menduduki peringkat atas di musim penghujan. Anak – anak dapat mengalami episode common cold 5-7 kali per tahun, orang dewasa sebanyak 2-3 kali per tahun, dan lansia kurang lebih 1 kali per tahun. Common cold dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus. Rhinovirus merupakan tersangka utama pada 10-40% kasus, coronavirus pada 20% kasus, dan RSV (Respiratory Syncitial Virus) pada 10% kasus.

Gejala dan Tanda

Gejala yang dapat Anda alami antara lain tenggorokan gatal atau nyeri, batuk, nyeri kepala, demam, nafsu makan menurun, bersin-bersin, hidung buntu, mata berair, dan pengeluaran lendir. Peradangan yang terjadi pada hidung, tenggorok dan mata merupakan respon dari kekebalan tubuh Anda untuk melawan infeksi virus yang terjadi.

Bagaimana Anda dapat terkena common cold?

Anda dapat terkena common cold dari orang lain di sekitar Anda yang terinfeksi virus-virus tersebut. Biasanya penularan terjadi melalui kontak udara dan kontak fisik dengan benda yang terkontaminasi virus (peralatan makan, gadget, keyboard, dan sebagainya). Anda akan lebih mudah terinfeksi virus-virus tersebut bila Anda sedang dalam keadaan lelah baik secara fisik maupun psikologis, atau bila terdapat penyakit alergi pada hidung dan tenggorokan.

Apa yang harus Anda lakukan bila mengalami common cold?

Seperti halnya penyakit virus lainnya, common cold swasirna atau dapat hilang sendiri dalam 7-10 hari. Prinsip pengobatan yang dilakukan adalah terapi suportif untuk mengurangi gejala. Beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan di rumah:

  • Memperbanyak istirahat. Anda tidak perlu berbaring terus-menerus di tempat tidur, tetapi usahakan menghindari kegiatan di luar rumah. Anda mungkin memerlukan tidur malam selama 12 jam untuk mengistirahatkan badan Anda.
  • Perbanyak konsumsi cairan. Hal ini dapat mengurangi keluhan nyeri tenggorok dan mengencerkan lendir pada hidung dan saluran napas Anda. Cairan hangat dapat mengurangi keluhan hidung buntu dan kepala yang terasa berat.
  • Perbaiki asupan gizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Konsumsi makanan dengan zat gizi seimbang, perbanyak konsumsi sayuran dan buah.
  • Gunakan penghangat di dalam rumah dan mandi dengan air hangat untuk meringankan keluhan hidung buntu.
  • Berkumur dengan air hangat dapat memberikan rasa nyaman pada tenggorokan Anda, terutama bila Anda merasakan adanya lendir yang mengalir di dinding belakang tenggorokan.
  • Gunakan kertas tisu (bukan sapu tangan) dan cuci tangan lebih sering untuk mencegah penyebaran virus.
  • Anda boleh mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di toko obat/apotek. Perhatikan dengan seksama petunjuk pemakaian dan peringatan pada kemasan obat.

Kapan Anda perlu berkonsultasi dengan dokter?

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala sulit bernapas, sesak, demam lebih dari 400C, batuk disertai dahak berwarna kehijauan atau bercampur darah, nyeri pada wajah, mata, telinga dan gigi, serta keluhan tidak membaik dalam 7-10 hari dengan perawatan di rumah. Selain itu, bila Anda sedang hamil, menyusui, atau memiliki masalah kesehatan lainnya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat dan suplemen yang dijual bebas di pasaran.

Ditulis oleh: Dr. Wang Erna


Categories: Penyakit Infeksi

Comments

comments