Mengenal Definisi, Gejala, dan Bahaya Meningitis

Mengenal Definisi, Gejala, dan Bahaya Meningitis

Belakangan ini meningitis ramai dibicarakan terutama dikaitkan dengan kematian pelawak kondang Olga Syahputra. Penyakit ini juga pernah ramai dibicarakan ketika mewabah di antara jamaah haji yang berada di Arab Saudi pada tahun 2000 dimana 14 jamaah haji Indonesia terjangkit penyakit ini dan menimbulkan kematian pada 6 orang diantaranya. Tulisan berikut akan membantu kita mengenali penyakit ini sehingga dapat bersikap hati-hati dan waspada.

Sebenarnya apa sih penyakit meningitis itu?

Otak merupakan organ yang sangat penting dan berharga, sehingga oleh Tuhan dilindungi dengan beberapa lapisan. Pelindung otak dimulai dari rambut, kulit kepala yang tebal, tulang, dan selaput pelindung otak yang disebut meninges.

Meninges merupakan jaringan ikat pelindung otak dan susunan saraf pusat yang mirip dengan susunan periosteum yang melindungi tulang, pericardium yang melindungi jantung atau pleura yang melindungi paru-paru. Lapisan – lapisan ini diciptakan Tuhan untuk menjaga organ penting kita dari gesekan dan benturan.  Lapisan ini akan membentuk kantong yang berisi cairan yang akan bekerja sebagai bantalan.

Meningitis merupakan peradangan pada selaput pelindung otak.

Meningitis merupakan peradangan pada selaput pelindung otak. (Copyright © Nucleus Medical Media, Inc.)

Meninges  sendiri terdiri dari 3 lapisan, yaitu duramater, arachnoid, dan piamater. Meningitis merupakan peradangan pada bagian dalam meninges (arachnoid dan piamater) serta sedikit bagian otak  yang langsung menempel pada selaput tersebut. Proses peradangan paling sering dipicu oleh agen infeksi, namun dapat juga disebabkan oleh iritasi zat kimia, adanya perdarahan subarachnoid, dan kanker.

Agen penyebab infeksi meningitis dapat berupa virus, bakteri, jamur atau parasit. Di Indonesia penyebab tersering dari meningitis adalah virus dan bakteri tuberculosis. Infeksi  karena virus dapat biasanya bersifat ringan dan menunjukkan hasil pengobatan yang menggembirakan. Namun,  infeksi yang disebabkan   oleh bakteri seringkali membahayakan dan menyebabkan kematian. Bakteri penginfeksi yang bersifat fatal terutama berasal dari golongan Pneumococcus.

Lalu bagaimana sih lapisan menings kita bisa terinfeksi?

Infeksi dapat terjadi karena adanya penjalaran infeksi dari tempat yang berdekatan pada kepala, misalnya saja infeksi pada sinus, gigi atau telinga. Adanya patahan tulang tengkorak, atau luka pada lapisan luar otak juga dapat memberikan jalan masuk untuk proses infeksi.

Infeksi lebih sering terjadi karena penyebaran melalui aliran darah yang melewati meninges, contohnya saja pada infeksi meningitis oleh bakteri tuberculosis. Aliran darah membawa bakteri yang biasanya tinggal di paru-paru ke lapisan pelindung otak kita. Hampir semua jenis infeksi yang mengenai bagian tubuh lain dapat menyebar melalui aliran darah dan mencapai selaput pelindung otak kita. Kasus lain yang dapat mencapai selaput otak selain infeksi tuberculosis adalah kasus endocarditis (infeksi katup jantung), faringitis (infeksi  tenggorokan), pneumonia (radang paru-paru)  infeksi enterovirus,  herpes, dan mumps (gondong).

Apa ciri-ciri orang yang mengalami meningitis?

Karena meningitis adalah sebuah proses infeksi, maka tentu kita harus menemukan ciri-ciri penyakit infeksi, antara lain yang paling mudah dikenali adalah demam.

Gangguan neurologis yang dapat ditemukan antara lain nyeri kepala hebat dan kejang-kejang. Gangguan kesadaran juga dapat ditemukan dari kasus meningitis. Derajatnya bisa bervariasi, mulai dari pasien yang nampak kebingungan, nampak mengantuk terus hingga pasien benar-benar tidak sadar. Gangguan kesadaran pada meningitis biasanya lebih ringan dibandingkan dengan infeksi yang benar-benar terjadi pada jaringan otak (encephalitis).

Ciri khas  lain dari meningitis adalah ditemukannya kaku kuduk. Kaku kuduk dapat diketahui dengan mencoba mendekatkan dagu pasien ke dadanya. JIka didapatkan tahanan, kita patut curiga pasien mengalami kaku kuduk. Beberapa tes pemeriksaan fisik lain juga akan dilakukan oleh dokter untuk memastikan gejala khas ini.

Meningitis salah satunya ditandai dengan adanya  tahanan pada leher (kaku kuduk).

Meningitis salah satunya ditandai dengan adanya  tahanan pada leher (kaku kuduk).

Sementara gejala lain yang dapat menyertai adalah silau jika melihat cahaya, muntah , lemas, dan tidak nafsu makan.

Jika ditemukan beberapa gejala ini secara bersamaan, apalagi ada riwayat sakit gigi, sakit telinga, TB, atau HIV, bawalah segera ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mengidentifikasi penyakit ini.

 

Bagaimana mencegah meningitis?

Meningitis dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi meningitis. Sebagai contoh, vaksinasi meningitis yang diwajibkan bagi jamaah haji dan umroh dibuat untuk menghindari infeksi bakteri Neisseria meningitidis. Sementara jenis vaksinasi lain juga dapat bermanfaat untuk menghindari dari meningitis antara lain vaksin MMR (mencegah mumps) dan juga vaksin Hib (Haemophillus influenza).

Sementara untuk agen infeksi yang merupakan infeksi sekunder dari tempat lain, misalnya TB, infeksi telinga dan gigi tentu dilakukan dengan melakukan pencegahan spesifik bagi penyakit tersebut. Sementara usaha pencegahan terhadap infeksi dan menjaga imunitas dapat dibaca disini.

Apa bahayanya meningitis?

Karena menyerang bagian yang dekat dengan bagian yang paling dekat dengan otak, meningitis dapat menyebabkan  masalah yang serius. Pada kasus yang berat infeksi dapat menghancurkan sel saraf dan menyebabkan kerusakan otak. Hal ini dapat disebabkan oleh efek toksik langsung pada sel saraf, tekanan yang menyebabkan kerusakan struktural dan gangguan aliran darah akibat proses infeksi. Kesemua hal ini dapat menyebabkan muculnya gejala sisa seperti gangguan belajar, epilepsi, dan  gangguan perilaku. Gejala sisa ini dapat ditemukan pada 10-20% pasien yang berhasil selamat.

Sementara itu, menurut WHO, kematian dapat ditemukan pada 5-10 % kasus walaupun telah ditangani dengan cepat. Angka kematian melonjak hingga 50% bila dibiarkan tanpa perawatan memadai.

Oleh karena dapat menimbulkan dampak yang sangat serius, masyarakat awam diharapkan dapat melakukan usaha-usaha pencegahan dan bersikap tanggap. Terutama apabila pergi ke daerah endemis penyakit meningitis, misalnya Arab Saudi, maka vaksin tidak boleh ketinggalan. S Jika didapatkan kecurigaan penyakit ini, segeralah mencari bantuan medis agar segera tertangani dan tidak menimbulkan komplikasi yang dapat menimbulkan kecacatan atau kematian.


Comments

comments