Penyakit Gondong, Berbeda dengan Gondok!  

Penyakit Gondong, Berbeda dengan Gondok!   

Kata gondong dan gondok memang sekilas tampak mirip dan terdengar identik. Tak heran sebagian di antara masyarakat kita masih sulit membedakan keduanya, padahal keduanya jelas berbeda! Tidak jarang mereka menyebut penyakit gondong sebagai gondok dan begitu pula sebaliknya. Apakah Anda salah satu di antara mereka?

Gondok adalah nama lain dari kelenjar tiroid (kelenjar gondok) yang terletak di leher bagian depan di bawah jakun. Sehingga penyakit gondok dapat diartikan sebagai penyakit yang mengenai kelenjar gondok, baik berupa penyakit infeksi, peradangan, keganasan, maupun gangguan fungsi hormon.

Sedangkan penyakit gondong (mumps)  yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan parotitis, merupakan suatu penyakit menular disebabkan oleh virus (Paramyxovirus), yang mengenai kelenjar air liur parotis yang terletak di antara telinga dan rahang bawah.

Lokasi kelenjar air liur parotis terletak didepan telinga.

Lokasi kelenjar air liur parotis terletak didepan telinga.

Penyakit ini lebih sering mengenai anak-anak usia sekolah (5-14 tahun). Namun akhir-akhir ini, terjadi peningkatan angka kejadian pada kelompok usia remaja dan dewasa. Hal ini dimungkinkan karena kelompok usia ini belum divaksinasi pada masa kanak-kanaknya.

Bagaimana Anda atau anak Anda dapat tertular penyakit ini?

Virus penyebab penyakit ini dapat ditularkan melalui udara saat batuk, bersin, atau berbagi makanan dan minuman. Anda dapat menularkan virus ini kepada orang lain dalam rentang waktu 7 hari sebelum hingga 9 hari setelah mengalami gejala.

Apa saja gejala yang dapat Anda atau anak Anda alami?

Setelah terpapar virus ini, dibutuhkan waktu 2-3 minggu hingga gejala muncul. Anda atau anak Anda dapat mengalami gejala berikut:

  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar air liur antara telinga dan rahang bawah (dapat terjadi 1 atau 2 sisi)
  • Nyeri kepala, telinga dan tenggrorokan
  • Nyeri saat membuka mulut dan mengunyah makanan.
  • Nyeri saat mengonsumsi makanan/minuman asam
  • Badan terasa lelah disertai nyeri pada otot dan persendian
  • Nafsu makan menurun dan muntah

Pada sebagian kasus, dapat terjadi komplikasi berupa radang pada selaput otak, testis (buah pelir), ovarium (indung telur) dan pankreas. Namun demikian, sebagian orang tidak mengalami gejala infeksi virus ini.

Bagaimana penanganannya?

Sebagian besar kasus penyakit gondong yang tidak mengalami komplikasi dapat sembuh dalam waktu kurang lebih 10 hari dengan cukup istirahat dan perawatan di rumah. Sedangkan penyakit gondong yang mengalami komplikasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya perlu perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Bila Anda atau anak Anda mengalami penyakit ini, Anda dapat mencoba beberapa hal di bawah ini untuk mengurangi gejala.

  • Anda boleh mengonsumsi obat untuk menurunkan demam atau meringankan nyeri kepala yang dialami dengan memperhatikan petunjuk dan peringatan yang ada pada kemasan obat.
  • Lakukan kompres hangat atau dingin (yang mana saja yang terasa lebih nyaman) pada area yang bengkak dan nyeri.
  • Perbanyak asupan cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi makanan lunak yang tidak perlu dikunyah.
  • Hindari makanan dan atau minuman yang asam

Untuk mencegah penularan ke orang lain di sekitar Anda, sebaiknya Anda atau anak Anda tidak berangkat ke sekolah atau bekerja, dan tetap berada di rumah minimal selama 5 hari setelah perbaikan gejala.

Hindari kontak selama sakit karena penyakit ini mudah menular.

Hindari kontak selama sakit karena penyakit ini mudah menular.

Apakah penyakit ini dapat dicegah?

Tentu! Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi MMR (Mumps, Measles, Rubella). Vaksinasi penting untuk dilakukan, mengingat penyakit ini dapat mengalami komplikasi serius dan menimbulkan wabah di masyarakat. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksinasi MMR ini diberikan pada anak usia 15 bulan dan dosis ulangan pada usia 5-6 tahun. Pada anak yang lebih besar dan  kelompok usia remaja-dewasa, juga dapat dilakukan vaksinasi 2 dosis  MMR di mana jarak antar keduanya minimal 4 minggu.

Vaksin MMR (Measles, Mumps & Rubella) untuk mencegah penyakit gondong.

Vaksin MMR (Measles, Mumps & Rubella) untuk mencegah penyakit gondong.

 Ditulis oleh: dr. Wang Erna


Comments

comments